Breaking News:

Bacaan Niat dan Doa

Bacaan Niat, Tata Cara dan Hukum Melaksanakan Salat Gaib untuk Menyalati Jenazah

Saudara kita di negeri Habasyah telah meninggal salatlah kalian untuknya.” Mereka pun keluar menuju lapangan, membuat barisan, dan mengerjakan salat.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
bangka.tribunnews.com
Tata Cara Beserta Doa Salat Jenazah untuk Laki-laki dan Perempuan 

Tribunjogja.com - ”Ghaib” artinya tidak ada. Salat Ghaib adalah salat jenazah yang dilakukan seseorang ketika jasad si mayit sudah dimakamkan.

Salat yang dilakukan dari jarak yang jauh dari jenazah.

”Bahwa tak sah salat jenasah atas mayit yang ghaib yang tidak berada di tempat seorang yang hendak menyalatinyaa, sementara ia berada di negeri (daerah) di mana mayit itu berada walaupun negeri tersebut luas karena dimungkinkan untuk bisa mendatanginya.

Para ulama menyamakannya dengan qadha atas seorang yang berada di suatu negeri sementara ia bisa menghadirinya.

Yang menjadi pedoman adalah ada tidaknya kesulitan untuk mendatangi tempat si mayit.

Jika sekiranya sulit untuk mendatanginya walaupun berada di negerinya, misalnya karena sudah tua atau sebab lain maka salat hgaibnya sah.

Sedangkan jika tidak ada kesulitan maka shalatnya tidak sah walau berada di luar batas negeri yang bersangkutan.” (dalam kitab I’anatut Thalibin)

Keterangan yang ada di dalam kitab Tuhfah dapat dijadikan pedoman bahwa seseorang tidak boleh melakukan salat ghaib atas mayit yang meninggal dalam satu negeri, sedang ia tidak hadir karena sakit atau ditahan.

Sedangkan dari kubu yang membolehkan dilakukan salat ghaib dalilnya adalah, pertama, shalat ghaib boleh diselenggarakan karena lain negara.

Rasulullah pernah menyalati seorang muslim Najasyi yang meninggal sewaktu berada di Madinah (HR Bukhari dan Muslim).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved