Breaking News:

Headline

Hotel Lafayette Boutique Disita, Terkait Kasus Tipikor PT Asabri

Leonard Simanjuntak: "Di atas tiga bidang tanah tersebut, berdiri sebuah bangunan permanen yaitu Lafayette Boutique Hotel Yogyakarta.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Mona Kriesdinar
DOK. KAPUSPENKUM KEJAGUNG
BARANG BUKTI - Proses penyitaan Hotel Lafayatte Boutique Yogyakarta sebagai barang bukti kasus korupsi PT Asabri, Kamis (18/11/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim jaksa penyidik Direktorat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Pidsus Kejagung) melakukan penyitaan barang bukti dalam perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT. Asabri (Persero) pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 s/d 2019, yang menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp22,78 triliun.

Aset yang berhasil disita dalam perkara tersebut yakni aset-aset milik tersangka TT alias Teddy Tjokro, berupa tiga bidang tanah beserta bangunan dengan jumlah luas seluruhnya 821 meter persegi. Penyitaan tiga barang bukti berupa tanah dan bangunan tersebut telah mendapatkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Sleman, yang pada ketentuannya memberikan izin kepada penyidik dari Kejagung untuk melakukan penyitaan terhadap tanah dan bangunan di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Surat penetapan dari Ketua Pengadilan Negeri Sleman itu bernomor 809/Pen.Pid/2021/PN.Smn tanggal 15 November 2021," jelas Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH MH, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (18/11/2021).

Adapun aset yang berkaitan dengan tersangka Teddy Tjokro yang telah disita itu adalah, 1 bidang tanah dan bangunan beserta isinya sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2099 atas nama Pemegang Hak PT. Sinergi Megah Internusa, Tbk dengan luas tanah 417 meter persegi yang terletak di Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

Selanjutnya, 1 bidang tanah dan bangunan beserta isinya sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2100 atas nama pemegang hak PT. Sinergi Megah Internusa, Tbk dengan luas tanah 154 meter persegi yang terletak di Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

Serta 1 bidang tanah dan bangunan beserta isinya sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 2098 atas nama pemegang hak PT. Sinergi Megah Internusa, Tbk dengan luas tanah 250 meter persegi yang terletak di Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

"Di atas tiga bidang tanah tersebut, berdiri sebuah bangunan permanen yaitu Lafayette Boutique Hotel Yogyakarta," jelas Leonard. "Terhadap aset-aset para tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara didalam proses selanjutnya," tambahnya.

Sementara itu, Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY, Sarwo Edi, membenarkan adanya penyitaan Hotel Lafayatte Boutique tersebut. Dia menjelaskan bahwa Kejati DIY turut membantu keperluan Kejagung dalam proses penyitaan barang bukti itu. "Pidsus Kejagung yang menangani. Kejati DIY hanya back up atau bantu kalau ada penyitaan di wilayah DIY," jelasnya saat dihubungi, Kamis (18/11/2021).

Sarwo Edi mengatakan, kemarin penyidik Kejagung RI sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang, atas penyitaan Hotel Lafayatte Boutique. "Perkara Asabri. Tempat pemeriksaan di Kejagung. Itu saja yang bisa saya sampaikan, info lengkapnya domain Kapuspenkum Kejagung. Biasanya nanti ada siaran pers," terang dia.

Tersangka

Dalam perkara Asabri, Kejagung telah menetapkan 12 tersangka yang 8 di antaranya telah masuk ke meja hijau. Terbaru, ada 4 tersangka dalam kasus ini, mereka adalah Edward Soeryadjaya atau ESS selaku wiraswasta (mantan Direktur ORTOS HOLDING, Ltd) kemudian Betty Halim atau B selaku mantan Komisaris Utama PT Sinergi Millennium Sekuritas (eks PT Milenium Danatama Sekuritas).

Kemudian, Rennier Abdul Rahman Latief atau RARL selaku Komisaris PT. Sekawan Inti Pratama. Kemudian Teddy Tjokrosapoetra selaku Presiden Direktur PT Rimo International Lestari.

Selanjutnya, ada pula delapan terdakwa kasus ASABRI yang perkaranya telah masuk ke meja hijau. Mereka didakwa korupsi hingga merugikan negara sebesar Rp22,7 triliun. Jaksa mengatakan delapan terdakwa itu menerima hadiah dari perusahaan yang bekerja sama dengan PT Asabri. Mereka juga mendapatkan keuntungan dan memperkaya diri.

Selain menyita Hotel Lafayatte Boutique di Sleman, informasi yang beredar di media mengatakan Kejagung RI turut menyita bidang tanah di Palembang, Sumatra Selatan. (hda)

Baca Tribun Jogja edisi Jumat 19 November 2021 halaman 01

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved