Breaking News:

Pandemi Covid 19

PENELITIAN : Olahraga di Alam Terbuka Bisa Redakan Kecemasan Selama Masa Pandemi

Penelitian menunjukkan bahwa olahraga di alam terbuka bisa membantu meredakan tingkat stres selama pandemi covid-19

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Mabel Amber from Pixabay
Ilustrasi olahraga di alam terbuka selama masa pandemi 

TRIBUNJOGJA.COM - Langkah mitigasi pandemi covid-19 bervariasi di antara berbagai negara sepanjang tahun 2020 dan 2021. Ada yang memberlakukan lockdown total ada juga yang menerapkan lockdown parsial. Di Indonesia, opsi lockdown total tidak dilakukan melainkan dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). PPKM ini digelar dengan pemeringkatan tertentu dari level 1 hingga 4.

Namun opsi-opsi itu memiliki efek pada kesehatan mental. Penelitian menunjukkan bahwa hal ini bisa mempengaruhi tingkat stres. Lantaran mobilitas orang menjadi terbatas, tidak bisa pergi liburan atau sekadar nongkrong di cafe.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Preventive Medicine mengungkap tentang masalah ini.

Mereka menemukan bahwa aktivitas fisik dan waktu yang dihabiskan di luar ruangan selama pandemi terkait erat dengan kesehatan mental yang lebih baik.

Perusahaan perawatan kesehatan Kaiser Permanente (KP) memimpin penelitian, yang melibatkan orang-orang dari Hawaii, Colorado, Georgia, negara bagian Atlantik tengah, dan California Selatan dan Utara.

Para peneliti mensurvei lebih dari 20.000 orang pada April 2020 dan setidaknya tiga kali lagi hingga Juli 2020. Para peserta, yang semuanya terdaftar dalam rencana KP, menjawab pertanyaan tentang gaya hidup mereka, membagikan catatan kesehatan elektronik mereka, dan memberikan biospesimen.

Setelah menganalisis data, para peneliti melihat bahwa mereka yang berolahraga atau menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan memiliki skor kecemasan dan depresi yang lebih rendah.

Temuan itu meliputi ;

  • Responden melaporkan lebih sedikit gejala kecemasan dan depresi dari waktu ke waktu.
  • Wanita dan orang yang lebih muda memiliki skor kecemasan dan depresi yang lebih tinggi, sementara orang Asia dan kulit hitam memiliki skor yang lebih rendah.
  • Mereka yang tidak melaporkan melakukan aktivitas fisik apa pun selama penguncian memiliki skor depresi dan kecemasan tertinggi.

Lantas apa yang harus dilakukan? Sementara penguncian memaksa adanya pembatasan kegiatan di luar ruangan?

Penulis utama Deborah Rohm Young, Ph.D. , direktur Divisi Penelitian Perilaku untuk Departemen Riset & Evaluasi Kaiser Permanente California Selatan, mengatakan kepada Medical News Today bahwa solusinya yakni memperbanyak aktivitas fisik di luar ruangan yakni di alam terbuka yang tidak terdapat konsentrasi massa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved