Breaking News:

Berita Kulon Progo Hari Ini

Kapolres Kulon Progo Sebut Peran Ortu dan Sekolah Penting untuk Hadapi Kenakalan Remaja

Kapolres Kulon Progo menilai kenakalan yang dilakukan anak karena selama ini kurang diberi ruang untuk mengekspresikan diri sehingga tidak tersalurkan

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kapolres Kulon Progo, AKBP Muharomah Fajarini mengharapkan adanya peran dari orangtua dan sekolah dalam menghadapi kenakalan remaja. 

Hal itu disampaikannya saat memberikan pembinaan terkait kenakalan remaja kepada kepala SMP/MTs, SMA/SMK/MA se-Kabupaten Kulon Progo, Rabu (17/11/2021). 

Sebab, kata Fajarini, kenakalan yang dilakukan anak karena selama ini kurang diberi ruang untuk mengekspresikan diri sehingga tidak tersalurkan. 

Selain itu, bisa juga dipicu karena anak merasa termarjinalkan oleh lingkungannya. 

Baca juga: Total Ada 94 Siswa di Kulon Progo Terpapar Covid-19 Melalui Swab PCR Acak

"Sehingga anak ini dicap negatif lalu dikucilkan bukan dirangkul. Kami harapkan guru dan orangtua lebih peduli terhadap potensi kenakalan remaja," kata Fajarini, Kamis (18/11/2021). 

Dengan demikian, perlu adanya pemetaan atau pendataan anak-anak yang terindikasi kenakalan remaja sedini mungkin. 

Pihaknya juga merencanakan untuk mendatangi ke sekolah dan diharapkan diberi ruang untuk mengedukasi secara langsung.

Misalnya lewat menjadi inspektur upacara, menyapa siswa di kelas offline maupun virtual. 

Baca juga: Tiga Tahun Belajar, Siswa Sekolah Film Kulon Progo Sukses Telurkan Dua Film

"Kami akan mengedepankan sikap persuasif dan pembinaan dalam pencegahan kenakalan remaja," ujarnya. 

Senada, Kepala Kankemenag Kulon Progo, Wahib Jamil mengatakan dalam menangani kenakalan remaja semua pihak harus bersikap terbuka dan menerima apapun kondisi anak.

Sehingga bisa merangkul dan mengarahkan. 

"Kami berharap semua pihak dapat bersama-sama melakukan edukasi bagi anak bukan penindakan hukum," ucap Wahib. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved