Breaking News:

Tim PKK Kabupaten Magelang Gelar Kegiatan Gagah Bencana

Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang menggelar kegiatan Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (Gagah Bencana)

istimewa
Pelaksanaan kegiatan Gagah Bencana oleh Tim PKK Kabupaten Magelang di Desa Sugihmas, Kecamatan Grabag, Rabu (17/11/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang menggelar kegiatan Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (Gagah Bencana) yang dilaksanakan di Desa Sugihmas, Kecamatan Grabag, Rabu (17/11/2021).

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Christanti Zaenal Arifin mengatakan, Gagah Bencana dilakukan sebagai gerakan bersama, termasuk untuk menghadapi Pandemi Covid-19 yang belum usai.

"Gerakan ini timbul karena munculnya beberapa permasalahan di bidang kesehatan dan sosial ekonomi di antaranya adalah terjadinya penurunan kesehatan, penurunan kesehatan lingkungan, dan terjadi perencanaan 'sehat' yang kurang benar," ucapnya.

Baca juga: Pangkas Defisit RAPBD 2022, Pemkot Yogyakarta Bakal Genjot Sektor Pajak 

Adapun, lanjutnya, gerakan ini menyasar pada individu, keluarga dan masyarakat agar mampu menolong dirinya sendiri (mandiri), dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan dan perencanaan dari aspek fisik manusia maupun lingkungannya.

Terlebih dalam situasi dan kondisi seperti sekarang ini. Di mana, menuntut kepekaan untuk peduli dan bijak mendukung pemerintah dan mendorong masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan upaya menolong diri keluar dari permasalahan yang ada. 

"Tentunya kita tidak bisa hanya berdiam diri menunggu uluran bantuan tetapi kita bersama-sama berupaya untuk segera keluar dari permasalahan. Dalam situasi kondisi seperti saat ini kita harus bangkit dan tetap produktif agar bisa menang dalam memerangi permasalahan yang kita hadapi," ujarnya.

Ia berharap, dengan Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana ini, seluruh penggerak PKK akan memiliki pengetahuan dan perencanaan dalam menjaga kesehatan serta menjadi agen-agen perubahan di semua lini. 

Baca juga: UMK Tahun 2022 di Kulon Progo Diusulkan Naik 5,5 Persen, Ini Besarannya

Pencanangan kegiatan yang dilakukan hari ini merupakan bukti kepedulian  terhadap permasalahan yang sedang ada disekitar masyarakat.

Seperti, kondisi balita stunting kalau dilihat secara kuantitas jumlahnya cukup menghawatirkan dan menuntut upaya-upaya serta peran aktif serta dukungan dari berbagai pihak agar dampak dari stunting tidak fatal bagi generasi penerus kita," urainya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved