Breaking News:

20 Mobil Baru Diborong Para Miliarder Tol Yogyakarta-Solo di Klaten Setelah Terima Uang Ganti Rugi

Puluhan warga yang menerima Uang Ganti Kerugian (UGR) tanah terdampak tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ramai-ramai membeli mobil

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Seorang tenaga pemasaran menawarkan mobil kepada warga yang mengikuti musyawarah penetapan ganti rugi Tol Yogyakarta-Solo di Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Rabu (17/11/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Puluhan warga yang menerima Uang Ganti Kerugian (UGR) tanah terdampak tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ramai-ramai membeli mobil baru.

Para miliarder tol tersebut membeli mobil setelah mendapatkan pencairan UGR proyek strategis nasional itu.

Puluhan warga yang membeli mobil itu, tersebar di empat kecamatan yang telah menerima pembayaran UGR beberapa waktu lalu, yakni warga di Kecamatan Polanharjo, Delanggu, Karanganom dan Ngawen.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Gerai Polres Magelang Tembus 115.523 Orang

"Kita selalu mengikuti program pencairan tol mulai dari Kecamatan Polanharjo, Delanggu, Karanganom hingga Ngawen ini," ujar Grup Leader Toyota Nasmoco Klaten, Anton Setyo Nugroho saat TribunJogja.com temui di Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Rabu (17/11/2021).

Ia menjelaskan, dari 4 kecamatan yang telah menerima UGR itu terdapat 20 unit mobil yang dibeli oleh miliarder tol Yogyakarta-Solo.

Puluhan mobil itu, lanjut Anton dibeli oleh masing-masing miliarder tol secara tunai atau cash dan harga mobil yang dipilih Rp 300 juta ke atas.

"Dua puluh mobil itu sebanyak 80 persen di antaranya bayar secara cash oleh pembeli dan 20 persen membeli secara kredit," lanjutnya.

Diakui Anton, puluhan warga yang membeli mobil itu tidak semuanya bisa mengendarai mobil dan mereka butuh belajar terlebih dahulu sebelum membeli mobil.

Kemudian, kata Anton, dari data yang ia kumpulkan tidak semua warga yang menerima UGR tol mau membeli mobil.

Baca juga: Gerakan Bank Sampah di Kota Yogyakarta Sempat Kendor Saat Pandemi Covid-19

Sebagian besar warga yang menerima UGR tol Yogyakarta-Solo di Klaten lebih memprioritaskan untuk membeli rumah dan tanah.

"Jika uang UGR yang ia terima berlebih baru mereka mau membeli mobil atau keperluan lainnya," ungkap dia.

Sementara itu, Mulyono (55) warga Desa Senden, Kecamatan Ngawen yang tanahnya ikut diterjang proyek Tol Yogyakarta-Solo mengaku enggan untuk membeli mobil baru karena telah memiliki satu unit mobil di rumahnya.

"Tadi sempat di tawari sales mobil. Tapi saya kurang berminat karena sudah punya mobil.  Tadi semua warga yang ikut musyawarah tol juga dikasih brosur," imbuhnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved