7 Keistimewaan bagi Penghafal Alquran

Penghafal Alquran akan diberikan beberapa kekhususan di dunia dan di akhirat oleh Allah SWT. Apa saja keistimewaan itu?

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
freepik
Ilustrasi keistimewaan bagi penghafal Alquran 

TRIBUNJOGJA.COM - Menghafal Alquran adalah kegiatan yang mulia.

Pengahafal Quran disebut dengan shahibul Quran, yakni orang yang menghafalkan kalam Allah dari hati sanubari.

Syaikh Ibnu Baz mengatakan, “menghafal Al Qur’an adalah mustahab (sunnah).” (Fatawa Nurun ‘alad Darbi, 89906).

Meski sunnah, umat Islam didorong untuk menghafal Alquran karena banyaknya keutamaan yang ada padanya.

Penghafal Alquran akan diberikan beberapa kekhususan di dunia dan di akhirat oleh Allah SWT.

Apa saja keutamaan itu?

Berikut keistimewaan penghafal Alquran:

1. Termasuk Penduduk Surga

Jamaah membaca Alquran di Masjid Kampus UGM Yogyakarta
Jamaah membaca Alquran di Masjid Kampus UGM Yogyakarta (DOK Tribunjogja.com)

Orang yang menghafalkan Alquran untuk mengharap wajah Allah SWT, bukan untuk tujuan dunia atau harta, maka Allah akan berikan balasan yang mulia, yakni surga-Nya.

Hafalan para shahibul Quran akan menjadi penentu derajat surga. Hal itu sebagaiamana sabda Nabi SAW. Dari Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah SAW bersabda,

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

Artinya:

“Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan) Al Qur’an nanti, ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di dunia mentartilnya. Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).” (HR. Abu Daud)

2. Memiliki Kedudukan Khusus

Para penghafal Quran akan didahulukan dalam perkara-perkara dunia, seperti saat salat. Dari Abu Mas’ud Al-Ansori berkata, Rasulullah SAW bersabda:

 يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله فإن كانوا في القراءة سواء فأعلمهم بالسنة فإن كانوا في السنة سواء فأقدمهم هجرة فإن كانوا في الهجرة سواء فأقدمهم سلما ولا يؤمن الرجل الرجل في سلطانه ولا يقعد في بيته على تكرمته إلا بإذنه

Artinya:

“Yang mengimami suatu kaum adalah yang paling banyak hafalan Kitab Allah. kalau dalam bacaan (hafalan) itu sama, maka yang lebih mengetahui sunnah. Kalau dalam sunah sama, maka yang paling dahulu hijrahnya. Kalau dalam hijrahnya sama, maka yang paling dahulu masuk Islam. Dan jangan seseorang menjadi Imam atas saudaranya dalam kekuasaannya. Dan jangan duduk di tempat duduk khusus di rumahnya kecuali atas seizinnya.” (HR. Muslim)

Penghafal Quran juga didahulukan atas lainnya dalam kuburan dihadapkan ke kiblat kalau mengharuskan dikubur bersama lainnya. Dari Jabir bin Abdullah ra. berkata:

“Dahulu Nabi sallallahu alaihi wa sallam mengumpulkan dua orang yang wafat pada ‘Perang Uhud’ dalam satu baju kemudian beliau bersabda, “Siapa di antara mereka yang paling banyak mengambil Qur’an? Ketika ditunjuk salah satunya, maka beliau dahulukan ke dalam liang lahad. Seraya bersabda, “Saya menjadi saksi untuk mereka di hari kiamat. Dan beliau memerintahkan untuk menguburkan dengan darahnya tanpa dimandikan dan tanpa disalati.” (HR. Bukhari)

Selain itu, penghafal Quran juga didahulukan dalam kepemimpinan kalau dia mampu mengembannya.

3. Ditemani Malaikat

Pada Ramadan ratusan santri sepuh dari berbagai daerah ini berdatangan ke pondok sepuh di Masjid Agung Payaman 
, Kamis (9/5/2019).
Pada Ramadan ratusan santri sepuh dari berbagai daerah ini berdatangan ke pondok sepuh di Masjid Agung Payaman , Kamis (9/5/2019). (Tribunjogja.com | Rendika Ferri K)

Dari Aisyah, Nabi SAW bersabda:

“Perumpamaan orang yang membaca Quran sementara dia telah menghafalkannya. Maka bersama para Malaikat yang mulia. Dan perumpamaan yang membaca dalam kondisi berusaha keras (belajar membacanya) maka dia mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Memakai Mahkota dan Gelang Kemuliaan di Hari Kiamat

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi SAW bersabda:

“Quran datang pada hari Kiamat dan mengatakan, “Wahai Tuhan, pakaikanlah. Maka dia memakai mahkota karamah (kemuliaan) kemudian mengatakan, “Wahai Tuhan, tambahkanlah dia. Maka dia memakai gelang karamah (kemuliaan). Kemudian mengatakan, “Wahai Tuhan, ridhailah dia, maka (Allah) meridhainya. Dikatakan kepadanya, “Bacalah dan naiklah. Ditambah setiap ayat suatu kebaikan.” (HR. Tirmizi)

Tidak hanya sang pengahafal Quran saja yang dipakaikan mahkota dan gelang kemuliaan, namun kedua orang tuanya juga turut dipakaikan. Dari Buraidah ra., Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang membaca Quran, belajar dan mengamalkannya. Maka dipakaikan pada hari kiamat kepada kedua orang tuanya mahkota dari cahaya, cahayanya seperti pancaran cahaya matahari. Dipakaikan dua gelang untuk orang tuanya dimana tidak dapat dibandingkan dengan dunia seisinya. Kedua berkata, “Kenapa kita dipakaikan ini? Dikatakan, “Karena  kedua anak anda mengambil Quran.” (HR. Hakim)

5. Keinginan Dikabulkan Allah SWT

Dari Sa'id Al-Khudri Ra, Nabi Muhammad SAW bersabda,

"Allah berfirman, ''Barang siapa yang disibukkan dengan Al-Qur'an dan mengingat-Ku, maka akan aku berikan keutamaan kepadanya lebih besar dari apa yang Kuberikan kepada lainnya dan keutamaan kalam Allah dibanding kalam lain ibarat keutamaan Allah dengan mahluk-Nya." (HR. Trimdzi)

6. Mendapat Syafaat

Alquran akan menjadi syafaat atau pertolongan bagi pemiliknya. Rasulullah SAW bersabda,

"Bacalah Al-Qur'an, maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti sebagai pemberi syafaat kepada pemiliknya. Bacalah Az-Zarawain (dua surat cahaya) yakni surat Al-Baqarah dan Ali Imran karena keduanya datang pada hari kiamat nanti seperti dua awan atau seperti dua cahaya sinar matahari atau seperti dua ekor burung yang membentangkan sayapnya (bersambung satu dengan lainnya), keduanya akan menjadi pembela bagi yang rajin membaca kedua surat tersebut. Bacalah surat Al-Baqarah. mengambil surat tersebut adalah suatu keberkahan dan meninggalkannya akan mendapat penyesalan. Para tukang sihir tidak mungkin menghafalnya." (HR. Muslim)

7. Pahala Berlipat Ganda

Ilustrasi
Ilustrasi (freepik)

Rasulullah SAW bersabda,

"Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an maka baginya sepuluh pahala dan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat, dan aku tidak mengatakan alif-lam-mim itu satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf tersendiri." (HR. Tirmidzi)

Itulah keistimewaan bagi penghafal Alquran.

Semoga kita termasuk ke dalam golongan yang senantiasa dekat dengan Alquran.

(MG – Endry Nur Latiefah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved