Breaking News:

Kesadaran Warga Kota Yogyakarta Terhadap Peredaran Rokok Ilegal Dinilai Sudah Tinggi

Kesadaran para pedagang produk hasil tembakau di Kota Yogyakarta terkait aspek legalitas dinilai sudah cukup tinggi. Alhasil, pemerintah setempat

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
ist/net
Ilustrasi rokok. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kesadaran para pedagang produk hasil tembakau di Kota Yogyakarta terkait aspek legalitas dinilai sudah cukup tinggi.

Alhasil, pemerintah setempat tinggal merawat, dan melanjutkan perkembangan tersebut. 

Kepala Seksi Pembinaan Potensi Masyarakat Satpol PP Kota Yogyakarta, Suwarna berujar, sebagai konsekuensi bagi hasil cukai tembakau, Pemerintah Kota Yogyakarta menugaskan beberapa OPD untuk sosialisasi, maupun pembinaan pada masyarakat di lingkup kampung. 

Baca juga: PPKM Berakhir Hari Ini, Kemunculan Klaster Covid-19 Jadi Bahan Evaluasi Pemda DIY

"Jadi, kita memanfaatkan gerakan kampung panca tertib untuk upaya pembinaan. Kami edukasi, terkait cukai rokok, kerjasama dengan kantor Bea Cukai," tandasnya. 

Sejauh ini, sudah terdapat tiga kampung, yang disasar kegiatan tersebut. Yakni di Bangirejo, Sosrowijayan Wetan, dan Kepuh Balapan.

Menurutnya, sepanjang tahun 2021 ini, Satpol PP mematok target bisa menggulirkan sosialisasi di lima perkampungan di wilayah Kota Yogyakarta

"Sebenarnya mau lebih, tapi karena rasionalisasi anggaran untuk penanganan Covid-19, sehingga yang di-acc hanya di lima kampung. Sekarang sudah terlaksana tiga kampung, sisanya sedang kita koordinasikan," ujar Suwarna. 

"Pemilihan kampungnya berdasarkan banyaknya warga pedagang, yang memiliki toko, atau warung kelontong, dan menjajakan rokok. Salah satunya itu," imbuhnya. 

Namun, ia mengapresiasi kesadaran para pelaku usaha penjual produk tembakau, yang cenderung sudah cukup tertib. Menurutnya, dengan progres tersebut, peredaran rokok ilegal dan tak bercukai, bisa diminimalisir. 

"Di Bangirejo misalnya. Di sana, hampir semua pedagang rokok kulaknya yang berpita, atau legal. Hampir semuanya sudah mentaati. Jadi, bisa dibilang kesadaran masyarakat sekarang itu sudah cukup tinggi, ya," terangnya. 

Baca juga: Dua Peristiwa Kebakaran di Klaten dalam Sehari, Mobil dan Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah

Suwarna pun mengakui peran pelopor ketertiban di setiap gerakan kampung panca tertib sangat krusial, khususnya dalam pendekatan terhadap sesama warga masyarakat.

Sehingga, Satpol PP tidak perlu sampai melakukan penindakan, untuk menggempur rokok ilegal. 

"Kalau sudah berulang kali dilakukan pendekatan persuasif dan tetap melanggar ketentuan cukai rokok, maka teman-teman penegakan yang bertindak. Tapi, sejauh ini cukup edukasi, kesadaran itu sudah muncul," katanya. 

"Semangatnya penerapan cukai itu kan untuk pengawasan peredaran produk. Karena tidak sembarangan orang bisa merokok bebas. Jadi, harapan kami, aturan-aturan itu sanggup dipatuhi," pungkas Suwarna. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved