Cuti Bersama Nataru Dihapus, Dispar Gunungkidul Optimistis Target PAD Tercapai

Sekretaris Dispar Gunungkidul Harry Sukmono menyampaikan bahwa sejauh ini pihaknya sudah berhasil memperoleh PAD sebesar Rp9.406.068.809,38

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Wisang Seto Pangaribowo
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono saat memperlihatkan koleksi fosil biota laut yang ada di Taman Batu, Selasa (13/11/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul tetap optimistis target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini bisa tercapai meski cuti bersama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dihapus.

Sekretaris Dispar Gunungkidul Harry Sukmono menyampaikan bahwa sejauh ini pihaknya sudah berhasil memperoleh PAD dari pariwisata sebesar Rp9.406.068.809,38.

"Adapun jumlah pengunjungnya mencapai 1.313.697 orang," ungkap Harry dihubungi pada Senin (15/11/2021).

Dispar Gunungkidul sebelumnya menargetkan perolehan PAD sebesar Rp 12 miliar di tahun 2021 ini. Pendapatan tersebut diperoleh dari retribusi dari seluruh destinasi wisata.

Menurut Harry, pihaknya masih memiliki waktu setidaknya 1,5 bulan untuk mencapai target. Adapun kekurangan capaian PAD dari target yang ditetapkan saat ini mencapai Rp 2 miliar lebih.

"Mudah-mudahan dalam waktu singkat ini (PAD) bisa terdongkrak," katanya.

Baca juga: 11 Rekomendasi Tujuan Wisata Cocok untuk Traveling Solo di Jogja dan Sekitarnya, Pasti Bikin Damai

Baca juga: Ruas JJLS di Panggang Gunungkidul Diperluas, Pembebasan Lahan Ulang Digulirkan

Lantaran cuti bersama ditiadakan, Harry mengatakan pihaknya masih memiliki kesempatan saat akhir pekan. Apalagi saat Hari Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 pun jatuh saat akhir pekan.

Itu sebabnya, Dispar akan lebih mengoptimalkan kunjungan wisatawan saat akhir pekan ini. Meski demikian, ia tetap meminta pelaku wisata tetap menjaga kepatuhan protokol kesehatan (prokes).

"Sebab prokes ini tanggung jawab kita bersama," ujar Harry.

Pada sisi lain, ia juga berharap wisatawan tetap mematuhi segala aturan prokes hingga syarat perjalanan mengikuti instruksi pemerintah. Seperti sudah divaksin serta memastikan diri dalam kondisi sehat.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Dispar Gunungkidul, Supriyanto mengatakan pihaknya terus memberikan pelatihan bagi pelaku wisata. Selain soal prokes, pelatihan yang diberikan berupa cara meningkatkan pendapatan.

"Salah satunya lewat pemasaran secara digital," katanya belum lama ini. (Tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved