Breaking News:

Polres Bantul Akan Cegah Kerumunan Saat Nataru, Penyekatan Akan Dilakukan di Simpang Empat Druwo

Polres Bantul akan melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas menuju objek wisata (Obwis) pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti.

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Polres Bantul akan melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas menuju objek wisata (Obwis) pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti.

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kerumunan yang dapat berpotensi menyebarkan Covid-19, termasuk sebagai antisipasi kemacetan dan kerawanan kamtibmas.

Kapolres Bantul, AKBP Ihsan menyatakan bahwa saat ini Bantul sedang menerapkan PPKM level 2 dan tidak menutup kemungkinan level PPKM akan turun menjadi level 1.

Baca juga: Disdikpora DIY Gelar Tes Covid-19 untuk Siswa dan Guru Pekan Ini

"Ini jadi tantangan kita bagaimana mengelola tempat yang memang rawan terjadinya kerumunan, kerawanan kamtibmas pada saat malam natal dan tahun baru," ungkapnya, Jumat (12/11/2021).

Ihsan menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemetaan tempat-tempat yang berpotensi rawan kerumunan, kemacetan dan keamanan. Ia memastikan lokasi kerawanan di Bantul akan sama tiap tahunnya.  

"Misalnya di tempat rawan kerumunan akan dilakukan penyekatan, ganjil genap kendaraan, atau bahkan kita tutup tempatnya kalau memang memungkinkan berdasarkan kesepakatan dinas terkait atau pemerintah daerah," imbuhnya.

Kapolres menyatakan bahwa mekanisme seperti penyekatan dan ganjil genap sudah dilakukan saat Bantul menerapkan PPKM. Dan menurutnya mekanisme ini cukup efektif untuk memecah kerumunan wisatawan.

"Mungkin nanti pada saat malam nataru di pintu masuk Parangtritis diterapkan ganjil genap, tapi di Jalan Parangtritis, di simpang empat Druwo sudah kita sekat, kita batasi. Kita kurangi volume kendaraan, yang akan menuju paris," urainya.

Segala upaya ini dilakukan agar wisatawan tak hanya fokus ke berkunjung ke Pantai Parangtritis. Ia menyatakan bahwa Bantul merupakan tempat tujuan wisata yang banyak memiliki obwis, tak hanya Pantai Parangtritis.

"Di Bantul itu bukan cuma paris, maka kita alihkan ke tempat lain untuk mencegah kerumunan dengan memecahnya. Bantul ini kan tempat wisata seperti Parangtritis, pantai di wilayah barat seperti Samas, goa cemara dan tempat wisata lain seperti mangunan dan sebagainya," katanya.

Satu minggu sebelum Natal, kepolisian juga akan menerapkan operasi terpusat dengan nama sandi Operasi Lilin. Kapolres menyatakan bahwa ini merupakan upaya antisipasi kerawanan, baik itu kerawanan kamtibmas, kemacetan, laka lantas maupun kerumunan yang akan berdampak pada meningkatnya angka positif Covid-19.

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta 12 November 2021: Tambah 28 Kasus Baru, 1 Pasien Meninggal

"Biasanya digelar satu minggu sebelum Natal sampai seminggu setelah Tahun baru, dan itu bisa diperpanjang dengan melihat perkembangan. Kalau memang kondisinya tetap harus operasi, maka kita perpanjang. Rata-rata memang kita perpanjang, karena masyarakat ada yang liburannya justru tidak pada saat itu, setelah tahun baru, nah gunanya diperpanjang itu," katanya.

Lebih lanjut, AKBP Ihsan juga menyatakan bahwa Polres Bantul telah menggelar apel kesiapsiagaan bencana. Ini merupakan salah satu upaya Polres Bantul untuk mengantisipasi terjadinya bencana di penghujung akhir tahun.

"Kita ketahui bahwa bulan November, Desember, Januari memang puncaknya hujan, biasanya hujan disertai angin kencang mengakibatkan terjadinya bencana alam. Kita juga sudah cek sarana prasarana termasuk SOP melalui apel kesiapsiagaan, sehingga jika terjadi bencana kita bisa meminimalisir risikonya," tandasnya. (nto) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved