Breaking News:

Atlet Para Angkat Berat DIY Boyong Medali Emas dan Pecahkan Rekornas di Peparnas XVI Papua

Atlet para angkat berat DI Yogyakarta, Untung Subagyo berhasil merebut medali emas di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua

Dok NPC DIY
Atlet para angkat berat DIY, Untung Subagyo meraih medali emas di Peparnas XVI Papua. 

TRIBUNJOGJA.COM - Atlet para angkat berat DI Yogyakarta, Untung Subagyo berhasil merebut medali emas di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua pada cabor angkat berat kelas 65 kilogram putra.

Berlomba pada hari di Ballroom Sunni Garden Lake Resort and Hotel, Sentani, Jayapura, Kamis (11/11/2021), Untung berhasil mencatatkan total 153 poin, dengan mengangkat beban seberat 153 kilogram.

Kendati begitu, Untung sempat mengalami kegagalan ketika mengangkat beban 147 kilogram, namun setelahnya ia berhasil mengangkat beban yang lebih berat dari itu.

Di posisi kedua para angkat berat kelas 65 kilogram putra, ditempati oleh atlet wakil Kalimantan Barat, Ahmad Fauzi dengan total poin 152. Sementara medali perunggu didapat oleh wakil Jawa Barat, Wawa Gunawan dengan total poin 149.

Untung mengaku peraihan medali emas di Peparnas XVI Papua tahun ini sudah menjadi targetnya sejak awal. Bahkan dengan catatan itu, Untung berhasil memecahkan rekor nasional para angkat berat di kelas 65 kilogram putra.

Baca juga: Jelang Derby Mataram, PSIM Yogyakarta Evaluasi Pertandingan Sebelumnya

"Saya bersyukur bisa pecah rekor di 153 kilogram, karena rekor sebelumnya ada di 143 kilogram, selisih 10 kilogram. Ini memang sudah target sejak awal ingin dapat medali emas dan pecah rekor di kelas 65 kg ini," katanya.

Menariknya, Untung mengungkapkan kalau selama latihan yang dilakukannya tak bisa melewati angka 148 kilogram, sehingga dengan torehan 153 itu Untung juga melewati rekor pribadinya.

"Ya sewaktu latihan saya cuma bisa sampai 148 kilogram. Tapi waktu sudah di hari perlombaan, yang meraih medali perak dan perunggu juga pecah rekor, setelah mereka pecahkan rekor, baru saya. Jaraknya tipis-tipis yang silver pecah di 152, terus saya di 153," bebernya.

Kendati demikian, bagi Untung masih ada beberapa kekurangan dalam penampilannya yang perlu diperbaiki supaya mendapat hasil yang lebih maksimal di ajang berikutnya.

"Di angkatan pertama saya masih gagal, saya persiapan kurang matang, untuk ke depan semoga saya bisa memperbaiki itu," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved