Serie A

AC MILAN: Minat Paolo Maldini terhadap Romain Faivre Pupus?

Faivre sangat dikaitkan dengan kepindahan ke AC Milan di musim panas hingga mencoba memaksakannya dengan mangkir untuk pertandingan tandang.

Tayang:
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Damien Meyer / AFP
Romain Faivre vs Laurent Abergel di Ligue 1 Prancis antara FC Lorient vs Stade Brestois 29 di Stade du Moustoir di Lorient, Prancis barat pada 7 November 2021. 

TRIBUNJOGJA.COM - Minat AC Milan mengontrak Romain Faivre dari Brest pada Januari dikabarkan telah pupus.

Manajemen Rossoneri dilaporkan akan mencari target lain di bursa transfer musim dingin Januari 2022 mendatang.

Faivre sangat dikaitkan dengan kepindahan ke AC Milan di musim panas hingga mencoba memaksakannya dengan mangkir untuk pertandingan tandang.

Gelandang serang itu belum lama ini bahkan memicu kegemparan saat diwawancarai La Gazzetta dello Sport awal pekan ini.

Pemain asal Prancis itu mengungkapkan bahwa dia merasa terhormat oleh panggilan telepon Paolo Maldini.

Romain Faivre (tengah) selebrasi dengan Haris Belkebla (kiri) dan Hugo Magnetti (kanan) di Ligue 1 antara Lille vs Brest di stadion Pierre-Mauroy di Villeneuve-d'Ascq, Prancis utara, pada 23 Oktober 2021.
Romain Faivre (tengah) selebrasi dengan Haris Belkebla (kiri) dan Hugo Magnetti (kanan) di Ligue 1 antara Lille vs Brest di stadion Pierre-Mauroy di Villeneuve-d'Ascq, Prancis utara, pada 23 Oktober 2021. (DENIS CHARLET / AFP)

Lebih lanjut Faivre menyebut ia telah bersiap untuk menyelesaikan kepindahannya ke AC Milan.

Ia juga mengklaim telah berbicara dengan mantan rekan setimnya, Monaco Fode Ballo-Toure tentang klub Merah-Hitam.

Menurut Tuttosport via MilanLive, manajemen Rossoneri tidak tertarik untuk terseret ke dalam masalah apa pun yang berpotensi menyudutkan klub.

Dari pernyataan Faivre, seolah-olah ia selangkah lagi bakal mendarat ke Italia dan bergabung dengan AC Milan, dan itu adalah hal yang kurang pantas untuk hubungan antarklub.

Pasalnya, saat ini bursa transfer belum juga dibuka, dan seolah-olah telah ada negosiasi kontrak tanpa adanya agen dan keterlibatan dua klub.

Romain Faivre memang menjadi satu dari pemain yang dikagumi Paolo Maldini dan Ricky Massara.

Namun langkah pemain telah dianggap tidak lumrah dan tidak pantas dengan memberikan wawancara tentang transfer yang seharusnya dilakukan secara tertutup.

Artinya, ambisi transfer Romain Faivre ke AC Milan kemungkinan besar akan kandas untuk kedua kalinya di bursa musim dingin Januari.

Selain itu, sepertinya dia bukanlah target transfer utama Maldini dan Massara lagi, setelah dua kali salah langkah demi memuluskan niatnya pindah klub.

Atau Rossoneri kemungkinan besar akan memunda perburuan gelandang serang dan menunggu hingga musim panas mendatang.

Terlebih jika Junior Messias pulih dari cedera sehingga dapat menjadi pilihan Stefano Pioli, selain Samu Castillejo, yang masih berpeluang bertahan.

Wawancara tanpa izin

Romain Faivre di Ligue 1 Prancis antara Brest vs Reims di Stadion Francis-Le-Ble, pada 17 Oktober , 2021 di Brest.
Romain Faivre di Ligue 1 Prancis antara Brest vs Reims di Stadion Francis-Le-Ble, pada 17 Oktober , 2021 di Brest. (JEAN-FRANCOIS MONIER / AFP)

Laporan lain bahkan menyebut bahwa manajemen AC Milan bereaksi cukup keras terhadap pernyataan Romain Faivre baru-baru ini.

Sedangkan Brest menegaskan bahwa pemain berusia 23 tahun itu berbicara kepada media Italia tanpa meminta dari klub terlebih dahulu.

Menurut Calciomercato.com, wawancara Faivre membuat malu baik pihak Brest maupun Rossoneri.

Dari apa yang dikatakannya, Faivre sepertinya telah menyelesaikan kesepakatan dan akan segera terbang ke Italia saat jendela transfer dibuka kembali.

Brest sebelumnya dibuat kesal dengan aksi indisipliner Romain Faivre di tengah bursa transfer musim panas lalu.

Klub Prancis terpaksa harus memberinya hukuman dengan memutuskan untuk menunda negosiasi dengan AC Milan untuk transfernya.

Mengaku ditelepon Maldini

Paolo Maldini, Direktur teknik AC Milan
Paolo Maldini, Direktur teknik AC Milan (Sempremilan)

Gelandang Stade Brestois, Romain Faivre tidak menyangkal kemungkinan pindah ke AC Milan musim dingin ini.

Pemain berusia 23 tahun itu tampil mengesankan di Ligue 1 dan telah dikaitkan dengan kepindahan ke Rossoneri dalam beberapa bulan terakhir.

Dia bahkan menolak untuk ambil bagian dalam pertandingan dengan Brest pada bulan Agustus, saat mencoba memaksa pindah ke raksasa Serie A.

Namun impiannya berseragam Merah-Hitam harus pupus setelah klub Prancis menolak untuk menjual pemain tersebut.

Faivre telah mencetak empat gol dan menyumbang empat assist dalam 12 pertandingan liga pada musim 2021-2022.

Pemain asal Prancis itu juga telah mencetak gol penentu dalam kemenangan 2-1 atas FC Lorient di Derby Breton terakhir kali.

Setelah pertandingan besar di Ligue 1, ia menikmati Derby della Madonnina pada Minggu malam dan terkesan dengan tontonan di San Siro.

“Pertandingan (AC Milan vs Inter Milan) yang luar biasa,” katanya kepada La Gazzetta dello Sport, dikutip Tribun Jogja dari Football Italia.

Ia bahkan mengatakan tidak sabar lagi untuk bermain di stadion kebanggaan fans AC Milan itu.

“Saya ingin berada di sana, (bermain) di lapangan.”

Pemain Prancis itu hampir bergabung dengan Rossoneri selama musim panas dan menjelaskan direktur teknis Paolo Maldini membuatnya merasa berharga.

“Ketika seorang (Paolo) Maldini, seorang legenda, menghubungimu, kamu akan merasa dihargai, dan ingin melakukan segalanya untuk pergi ke AC Milan.”

Sementara itu, Faivre juga mengungkapkan bahwa mantan bintang AC Milan, Ronaldinho adalah satu dari idola terbesarnya saat masih kecil.

“Ronaldinho. Saya menyukai sepak bolanya,” kata Faivre.

“Sebagai penggemar dari Paris, saya terinspirasi oleh dribblingnya, visi permainannya, efisiensinya dalam mencetak dan menciptakan gol,” tambah Faivre.

“Di kamar saya, saya memiliki semua poster dia dari PSG, Barcelona dan Milan.”

“Sangat menyenangkan mengetahui bahwa karir saya benar-benar baru dimulai musim lalu,” katanya.

“Saya yakin untuk sukses di tim seperti AC Milan, kita harus mempersiapkan diri terlebih dahulu.

Pemain Timnas Prancis U-21 itu membeberkan usahanya untuk hijrah ke Liga Italia Serie A untuk bergabung dengan pasukan Stefanoi Pioli.

“Saya memiliki pelatih atletik pribadi tiga kali seminggu, ahli gizi untuk membantu saya makan sehat, tetapi saya tidak memasak.

Tidak hanya fisik, Faivre juga memiliki asisten khusus untuk membimbingnya dalam mengatasi masalah mental.

“Saya memiliki pelatih mental untuk belajar bagaimana mengelola emosi dan tekanan dengan lebih baik yang khas dari klub besar seperti AC Milan.”

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved