Serie A
AC MILAN: Inilah Calon Kapten Masa Depan Rossoneri
Menurut Stefano Pioli, Sandro Tonali memiliki segalanya untuk menjadi kapten masa depan AC Milan.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Stefano Pioli memberikan pernyataan besar tentang Sandro Tonali di AC Milan.
Menurut pelatih Rossoneri, gelandang muda itu memiliki segalanya untuk menjadi kapten masa depan AC Milan.
Meski musim lalu kesulitan beradaptasi dengan Davide Calabria dan kawan-kawan, kini pemain berusia 21 tahun itu telah menjadi pilihan utama
Sandro Tonali bergabung dengan AC Milan dengan status pinjaman €10 juta dengan opsi untuk membeli dari Brescia pada 2020.
Rossoneri seharusnya membayar €15 juta plus €10 juta sebagai bonus untuk menyelesaikan kepindahan pemain itu secara permanen ke Milan.
Namun, masalah ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 memaksa AC Milan untuk menegosiasikan kesepakatan yang lebih murah.
Akhirnya, raksasa Serie A itu berhasil mengamankan layanan pemain seharga € 7 juta plus tambahan € 3 juta.
Setelah awal yang canggung bersama Rossoneri, Tonali berhasil membalikkan segalanya hingga diprediksi akan menjadi pemimpin masa depan AC Milan.
“Dia (Sandro Tonali) adalah pemain yang hebat,” kata Pioli ditanya tentang kemungkinan pemain timnas Italia itu menjadi kapten AC Milan, dikutip Tribun Jogja dari SempreMilan.
Menurut Pioli, Tonali bisa menjadi pemain besar di AC Milan, bahkan bukan tidak mungkin menjadi kapten tim Rossoneri.
“Dia memiliki segalanya untuk menjadi pemain hebat dan simbol Milan.”
Juru taktik AC Milan itu bahkan sebelumnya juga pernah menyebut bahwa Tonali adalah pemain penting bagi timnya.
“Tonali adalah gelandang lengkap, hari ini sulit untuk menciptakan gelandang.
Apa kata Tonali?
Lalu bagaimana Sandro Tonali mengomentari keberadaannya saat ini dan di masa depan bersama AC Milan?
Tonali ternyata memiliki sikap yang sama sekali berbeda dari pemain muda biasanya tentang karier sepak bolanya.
Gelandang AC Milan itu mengungkapkan bahwa dia tidak berpikir terlalu jauh ke depan tentang ke masa depannya, tetapi hanya ingin menjalaninya satu musim demi satu musim.
Sejak kepindahannya dari Brescia ke klub masa kecilnya, Tonali kini telah menjelma menjadi pemimpin lini tengah meskipun baru berusia 21 tahun.
“Ambisi masa depan saya? Saya lebih suka berpikir dari tahun ke tahun,” kata Tonali kepada FIGC via Calciomercato.com.
Menurut Tonali, kewajibannya yang paling utama adalah bermain dan bermain yang terbaik untuk AC Milan musim demi musim.
“Saya memiliki misi yang jelas, saya ingin menjalani musim demi musim tanpa memikirkan karir saya.”
Ditanya tentang gayanya dalam bermain bola di lapangan tengah Rossoneri, Tonali pun memberikan penjelasan.
“Saya percaya bahwa yang terpenting adalah selalu menjadi diri sendiri. Saya menempatkan semua yang saya miliki ke dalam apa yang saya lakukan.
“Dalam sepak bola tidak mudah menemukan keseimbangan. Milan ini masih muda, perlu waktu untuk berkembang dan juga membuat kesalahan untuk menjadi tim yang hebat.”
Pujian pada Tonali
Pelatih Brescia Luigi Cagni, sebelumnya menegaskan bahwa Sandro Tonali akan menjadi pemain hebat di AC Milan.
Bahkan menurutnya, Tonali bisa lebih bagus dari gelandang Inter Milan, Nicolo Barella, yang saat ini menjadi gelandang andalan timnas Italia.
“Saya juga senang dengan Tonali, yang berkembang setelah masalah tahun lalu. Dia akan menjadi lebih hebat dari (Nicolo) Barella.”
Selain Cagni, pujian lain juga dilontarkan kepada Tonali dari mantan pemain AC Milan, Riccardo Montolivo.
Montolivo mengatakan Sandro Tonali telah berkembang setelah setelah satu tahun di San Siro.
“Saya pikir Tonali semakin matang. Dia telah berkembang pesat secara fisik,” kata Montolivo kepada DAZN, dikutip Tribun Jogja dari Football Italia.
“Dia memiliki kemampuan yang lebih dari musim lalu. Hari ini, dia lebih dari sekadar alternatif (pemain pelapis bagi Franck Kessie dan Ismael Bennacer).
“Tonali akan segera menyamai Manuel (Locatelli) yang memiliki sesuatu yang lebih dalam hal visi dan passing yang lebih tenang.
“Keduanya ditakdirkan untuk mengenakan seragam Azzurri (Timnas senior Italia).”
Jadi penerus Jorginho
Sementara itu, Jorginho juga memberi tip kepada Tonali untuk menjadi penerusnya di Timnas Italia pada masa mendatang.
Pemenang Pemain Terbaik UEFA, Jorginho, menghadapi musim 2020-21 yang luar biasa, di mana ia memenangkan emas ganda di Liga Champions bersama Chelsea dan final EURO 2020 bersama Italia.
Gelandang tengah Italia mengungkapkan tentang pemain yang dianggap pantas menjadi pewarisnya di Azzurri.
Sandro Tonali adalah nama pertama yang diungkapkan Jorginho ketika ditanya siapa yang dia rasa bisa menjadi penggantinya.
“Coba saya pikir… (Sandro) Tonali. Sekarang semua tim memainkan dua di lini tengah, saya menyadari itu tidak mudah,” kata Jorginho.
Namun pemain berdarah Italia-Brasil itu menyoroti gaya Stefano Pioli dalam memainkan formasi 4-2-3-1, yang sejauh ini belum dapat dimainkan secara sempurna oleh Tonali.
Namun, penampilan impresif eks pemain Brescia saat melawan Sampdoria dan Cagliari membuktikan pentingnya peran sang gelandang di lini tengah Rossoneri.
“Pemain-pemain muda saat ini berkembang dengan bermain di formasi yang menurunkan dua pemain di lini tengah, maka normal untuk kesulitan ketika bertambah tua,” katanya.
Tonali diprediksi akan menjadi gelandang hebat di lini tengah Rossoneri, dengan melanjutkan Andrea Pirlo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sandro-tonali-vs-mehdi-taremi-di-liga-champions-antara-ac-milan-vs-porto-di-san-siro.jpg)