Breaking News:

UPDATE Kekerasan Lapas Narkotika Yogyakarta, Oknum Petugas Sudah Mengaku Salah

Para oknum petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Yogyakarta yang dilaporkan oleh eks narapida telah mengakui perbuatannya

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Miftahul Huda
Kepala Kanwil Kemenkumham DIY memberi arahan kepada para pelapor soal kasus kekerasan di Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta, Kamis (11/11/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para oknum petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Yogyakarta yang dilaporkan oleh eks narapida telah mengakui perbuatannya, yakni melakukan tindak kekerasan di dalam lapas.

Hal itu disampaikan Kepala Kanwil Kemenkumham DIY Budi Argap Situngkir yang berdasarkan hasil pemeriksaannya disebutkan, sementara ini lima petugas lapas yang terindikasi melakukan tindakan berlebihan terhadap para WBP beberapa dari mereka sudah mengakui perbuatannya.

"Ya, beberapa sudah mengakui, hasil pemeriksaan mereka melakukan tindakan berlebihan. Termasuk, mungkin ya kekerasannya ada," kata Budi di kantornya, Kamis (11/11/2021).

Baca juga: Diwarnai Tembakan, Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penyalahgunaan Narkoba di Sambilegi Sleman

Kendati demikian, Budi masih enggan membeberkan siapa saja oknum petugas lapas yang telah mengakui perbuatannya itu.

Dia juga belum dapat menyimpulkan apakah tindakan berlebih atau kekerasan itu menjurus ke perbuatan sadis sebagaimana diadukan para mantan WBP ke Ombudsman DIY maupun Komnas HAM belum lama ini.

"Saya belum bisa menyimpulkan karena saya tidak langsung jadi tim pemeriksa. Biar nanti dirumuskan karena pemeriksaan itu tidak bisa kami ambil kesimpulan dari terlapor atau petugas saja, kami harus buktikan dengan warga binaan. Bisa saja dari petugas tidak mengaku, tapi dari warga binaan ada. Kami butuh waktu," ucap Budi.

Budi menjamin investigasi lanjutan dari Kemenkumham berjalan objektif dan siap menjatuhkan sanksi kepada pihak yang terbukti menyalahi prosedur.

Lebih lanjut, Budi menekankan, Kanwil Kemenkumham DIY dan Lapas Pakem berkomitmen untuk memperbaiki pelayanan dengan menghapuskan segala bentuk penekanan serta kekerasan selama proses pembinaan WBP di balik tembok lapas.

Pihaknya turut meminta maaf kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan dalam peristiwa ini. 

Ia menjanjikan proses pelayanan dan pembinaan yang lebih humanis ke depannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved