Breaking News:

Talud Setinggi 9 Meter Longsor, Jalan Penghubung Desa di Magelang Ditutup Sementara

Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur wilayah Kabupaten Magelang sejak pagi tadi, menyebabkan talud penahan jalan di Dusun Dadapan, penghubung

Dok BPBD Kabupaten Magelang
Kondisi talud yang longsor akibat hujan deras turun di Kecamatan Sawangan, pada Kamis (11/11/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur wilayah Kabupaten Magelang sejak pagi tadi, menyebabkan talud penahan jalan di Dusun Dadapan, penghubung Dusun Ketep, Kecamatan Sawangan longsor, pada Kamis (11/11/2021).

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Magelang, Gunawan Imam Suroso menuturkan, kejadian tanah longsor pada talud tidak mengakibatkan korban jiwa namun material longsor menimpa lahan pertanian milik warga.

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta 11 November 2021: Tambah 34 Kasus Baru, Total jadi 156.269 Kasus

"Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini. Tetapi talud dengan panjang 20 meter dengan tinggi 9 meter menimpa sebagian pertanian milik warga. Diperkirakan masih rawan terjadi longsor susulan," ujarnya kepada Tribunjogja.com, pada Kamis (11/11/2021).

Ia menambahkan, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Magelang masih diperkirakan terjadi hujan lebat dengan intensitas sedang dan durasi lebih lama.

Sehingga, untuk masyarakat diminta tidak melintasi jalur tersebut.

"Iya, masih rentan terjadi longsor susulan. Police line juga sudah dipasang untuk memberikan rambu bahaya," ujarnya.

Baca juga: Talut Longsor, Warga Kota Yogya Tertimbun Selama 20 Menit

Sementara itu, pihaknya mengimbau kepada masyarkat untuk melakukan mitigasi bencana.

Terutama, menjauhi daerah berpotensi bencana seperti bantaran sungai, tebing tinggi, dan titik-titik rawan misalnya area penambangan.

"Kami imbau masyarakat lebih waspada, karena memang cuaca saat ini termasuk ekstrem dengan curah hujan yang tinggi ditambah durasi juga cukup lama. Sebisa mungkin menjauhi lokasi-lokasi yang rawan," urainya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved