Breaking News:

Perintah Agama Meninggalkan Perkara Syubhat, Tak Baik-buruknya

Perkara Syubhat atau Ragu-ragu ragu-ragu tak jelas baik buruknya penuh keraguan

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
pexels.com
Pilihan jalan: Ada kebaikan dan keburukan namun ada juga keraguan (Syubhat). 

TribunJogja - Perbuatan manusia memiliki kadar baik dan buruk. Perbuatan baik akan mendapatkan pahala dan perbuatan buruk mendapatkan keburukan.

Selain kebaikan dan keburukan, masih ada yang lain yaitu, ragu-ragu, tak jelas baik buruknya, keraguan (Syubhat).

Allah Ta'ala berfirman:

إِذْ تَلَقَّوْنَهُۥ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِۦ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُۥ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَ ٱللَّهِ عَظِيمٌ 

Iż talaqqaunahụ bi`alsinatikum wa taqụlụna bi`afwāhikum mā laisa lakum bihī 'ilmuw wa taḥsabụnahụ hayyinaw wa huwa 'indallāhi 'aẓīm 

(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar. (an-Nur: 15)

Allah Ta'ala berfirman pula:

إِنَّ رَبَّكَ لَبِٱلْمِرْصَادِ 

Inna rabbaka labil-mirṣād

"Sesungguhnya Tuhanmu nescayalah selalu mengintip - segala perbuatanmu." (al-Fajr: 14)

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved