Breaking News:

Berita Pendidikan Hari Ini

Nuklir Berpotensi Besar sebagai Solusi Energi Ramah Lingkungan yang Berkelanjutan

Energi nuklir dapat menjadi solusi dari kebutuhan energi ramah lingkungan, rendah karbon, berkelanjutan untuk menuju Indonesia sejahtera 2050.

istimewa
Kepala PSLH UGM, Pramono Hadi (kiri) berfoto bersama anggota tim kajian PLTN dari UNS Surakarta, Irwan Trinugroho (kanan) pada diseminasi kajian tentang 'Nuklir sebagai Solusi Energi Ramah Lingkungan yang Berkelanjutan', Rabu (10/11/2021) kemarin. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan diskusi publik dalam diseminasi kajian tentang 'Nuklir sebagai Solusi Energi Ramah Lingkungan yang Berkelanjutan', Rabu (10/11/2021) kemarin.

Adapun kajian ini diinisiasi oleh PT ThorCon Power Indonesia yang bekerjasama dengan Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

Satu di antara ide besar yang mendasari kajian ini adalah menuju Indonesia yang sejahtera dalam pasokan energy yang ramah lingkungan dan sekaligus rendah karbon pada tahun 2050.

Kepala PSLH UGM, Pramono Hadi, menyebut diskusi terkait PLTN ini merupakan momen yang pas karena pertemuan COP 26 baru saja digelar.

Dunia telah berkomitmen untuk mengerem pemanasan global, salah satunya melalui penerapan ekonomi hijau.

Baca juga: Epidemiolog UGM : Waspadai Diare dan Malaria di Musim Hujan, Masyarakat Wajib Terapkan PHBS

"Bagaimana transformasi antara energi PLTU yang selama ini berbasis pada batu bara untuk dikonversi menjadi energi yang lebih ramah lingkungan," kata Pramono dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, dalam konteks lingkungan kajian ini akan membantu kesiapan Indonesia ke depan. Pramono juga menilai, selama ini pemerintah terkesan ragu-ragu.

Padahal jika memang penggunaan bahan bakar berbasis fosil dihentikan, harus ada solusi yang menyertainya.

“Memang tenaga bayu, surya, itu sekarang sudah diupayakan. Tetapi nampaknya tidak akan cukup untuk mengejar kebutuhan energi di Indonesia,” papar Pramono.

Di samping itu, ke depan Indonesia akan memerlukan energi dalam jumlah luar biasa ketika memasuki era negara industri.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved