Lakukan Ilegal Fishing, Tiga Kapal Nelayan Indonesia Dibakar Pihak Berwenang Australia

Terbaru, pihak berwenang Australia membakar kapal ikan asal Indonesia di tengah laut.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
AUSTRALIAN BORDER FORCE via ABC INDONESIA
Tiga kapal penangkap ikan ilegal telah dibakar di laut. 

TRIBUNJOGJA.COM, CANBERRA - Tindakan tegas terhadap pelaku ilegal fishing tak hanya dilakukan oleh Pemerintah Indonesia saja.

Kebijakan serupa juga dilakukan oleh pemerintah Australia terhadap para pelaku ilegal fishing yang mencuri ikan di wilayah perairannya.

Terbaru, pihak berwenang Australia membakar kapal ikan asal Indonesia di tengah laut.

Sementara peralatan menangkap ikan milik nelayan-nelayan asal Indonesia disita oleh petugas berwenang.

Kapal-kapal nelayan Indonesia tersebut dibakar di wilayah perairan Australia, tepatnya di dekat Rowley Shoals Marine Park, sebelah utara Australia Barat.

Namun tak semua kapal nelayan asal Indonesia yang dihancurkan oleh pihak berwenang Australia.

Belasan kapal yang ada di peraian Australia dikawal untuk keluar dari wilayahnya.

Pengusiran kapal ini dilaksanakan oleh tim dari Komando Perbatasan Maritim.

Dikutip Tribunjogja.com dari Kompas.com, Laksamana Muda Mark Hill, yang mengepalai Komando Perbatasan Maritim, mengatakan tiga kapal hancur dan 13 lainnya dikawal keluar dari perairan Australia.

"Kami memiliki akhir pekan yang sibuk di mana kami menemukan 16 kapal yang menangkap ikan secara ilegal, kemudian kami menindaklanjutinya bersama dengan WA Fisheries," katanya.

"Ini menunjukkan tekad bahwa kita harus melawan penangkapan ikan ilegal, tidak hanya di daerah Rowley Shoals, tetapi di seluruh bagian utara negara ini."

Faktor pendorongnya adalah masalah ekonomi

Alat penangkap ikan juga disita sebelum kapal-kapal itu dibawa keluar dari perairan Australia.

Dilaporkan sebanyak 630 kilogram teripang disita.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved