Breaking News:

Vaksin Covid19

Kemenkes Butuh 58,7 Juta Dosis Vaksin Anak, EUA Rekomendasikan Ini

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya membutuhkan tambahan dosis vaksin Covid-19 yang diperuntukkan kelompok anak usia 6 hingga 11 tahun.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Michael M. Santiago / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP
Anak bernama Indiana Chang (5) diberikan vaksin virus corona (COVID-19) pada 08 November 2021 di Lower East Side di New York City. 

"Memang prioritasnya vaksin yang ada kita berikan ke lansia dulu sampai selesai, untuk memastikan mencegah jangan sampai nanti ada kasus kenaikan," ujar Menkes.

Krusial

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Aher, menyambut baik upaya pemerintah menyiapkan vaksinasi terhadap anak usia 6-11 tahun.

"Pemberian vaksin terhadap anak usia 6-11 tahun ini sangat krusial dilakukan di tengah pelonggaran kebijakan PPKM. Pastikan vaksinasi anak berjalan sesuai prosedur dan aman," ucapnya.

Menurut Netty, anak-anak rentan terpapar saat berada di area publik, misalnya saat mengikuti belajar di sekolah, saat masuk mal dan berwisata bersama orang tua, ataupun kegiatan lainnya.

"Sebaliknya, anak pun dapat menjadi sumber penularan bagi orang-orang di sekitarnya. Jadi siapkan vaksinasi untuk klaster ini dengan cara-cara yang tidak menimbulkan ekses, semisal resistensi dari orang tua ataupun kalangan pemerhati anak," katanya.

Netty juga mengingatkan pemerintah agar mempertimbangkan dengan matang terkait jenis vaksin yang digunakan, dosis, dan rentang waktu penyuntikan 1 dan 2 yang aman untuk anak.

"Anak dengan penyakit penyerta juga perlu mendapat perhatian khusus. IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) merekomendasikan agar imunisasi untuk anak dengan kanker dalam fase pemeliharaan, penyakit kronis atau autoimun yang terkontrol dapat mengikuti panduan imunisasi umum, dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter penanggung jawab pasien sebelumnya," ucapnya.

Selain itu Netty meminta pemerintah bisa memastikan ketersediaan vaksin dari mulai pengadaan hingga penyuntikan.

"Pastikan stok vaksin tersedia atau setidaknya pemerintah sudah punya skema pengadaannya. Begitu juga dengan distribusi dan manajemen pengelolaannya. Jangan sampai vaksin kedaluwarsa dan terbuang sia-sia sebagaimana yang terjadi di Kudus beberapa waktu lalu," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved