Breaking News:

Kejar Pemahaman tentang Perkembangan Teknologi, ITNY Gelar Seminar ReTII yang ke-16

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) kembali menggelar seminar nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi (ReTII) yang ke-16, Selasa

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan Layar
Seminar nasional ReTII ke-16 yang digelar secara daring, Selasa (9/11/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) kembali menggelar seminar nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi (ReTII) yang ke-16, Selasa (9/11/2021).

Seminar tersebut digelar secara daring dan diikuti oleh 90 orang dari 20 lembaga di seluruh Indonesia.

Adapun tema yang diambil masih membahas tentang pandemi Covid-19, yakni ‘Memberdayakan dan Mendorong Masa Depan Berkelanjutan: Peran Technopreneur dalam Ranah Penelitian di Era New Normal’.

Acara dibuka oleh Dr Ratna Kartikasari ST MT, Dosen Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITNY sebagai keynote speaker.

Baca juga: Bupati Bantul Terima Gelar dari Keraton Yogyakarta menjadi KMT Prajahadiwinata

“Ini memang kegiatan akademik tahunan yang diadakan untuk memperbarui perkembangan teknologi yang begitu cepat,” ungkap Rektor ITNY, Dr Ir H Ircham MT kepada Tribun Jogja, Selasa (9/11/2021).

Ia menjelaskan, ReTII merupakan upaya untuk melatih dosen melakukan penelitian dan berbagi ilmu pengetahuan dengan dosen lain dari perguruan tinggi di Indonesia.

Namun, tidak hanya dengan dosen, ReTII juga memfasilitasi pertemuan dosen dengan pihak swasta, seperti rumah sakit dan perusahaan teknologi.

Menurut Ircham, pertemuan ini bisa menghasilkan banyak temuan sederhana yang bermanfaat untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

“Pesertanya tersebar dari seluruh Indonesia. Harapan saya, informasi penelitian ini bisa diserap dan diterapkan di wilayah masing-masing,” tuturnya.

Dikatakan Ircham, ReTII juga bisa dijadikan salah satu kunci dosen menaikkan jabatan lantaran outcomenya berupa jurnal ilmiah. Sebab, saat ini, pemerintah Indonesia memang lagi mengejar akademisi untuk menulis dan mempublikasikan tulisan di jurnal internasional.

Selain mendorong, pemerintah juga bakal memberikan intensif bagi dosen yang rajin mempublikasikan penelitian.

“Ini bisa meningkatkan atmosfer akademik. Kami juga memberikan intensif apabila dosen bisa merilis di jurnal internasional,” tandasnya.

Baca juga: Polres Bantul Akan Petakan Geng Pelajar dan Membubarkannya

Sementara, Ketua Panitia ReTII ke-16, Dr Ir Sugiarto MT menambahkan, ke depan, pihaknya ingin berkolaborasi dengan dunia internasional dan merencanakan penciptaan produk teknologi.

Sehingga, para dosen dan lembaga bisa mendapatkan timbal balik dari dosen-dosen di luar negeri.

“Kami sudah melakukannya di tahun 2019, berkolaborasi dengan universitas luar negeri, seperti Taiwan dan Malaysia. Maka, kami berupaya untuk menjajaki lagi di tahun depan,” tandasnya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved