6 Adab Berpakaian dalam Islam
Ada beberapa adab berpakaian dalam Islam yang penting untuk diketahui. Apa saja adab berpakaian tersebut?
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM – Adab berpakaian adalah salah satu tuntunan dalam agama Islam untuk kebaikan dan kemaslahatan umat muslim.
Pakaian menjadi salah satu nikmat Allah SWT untuk menutup aurat manusia.
Allah SWT berfirman:
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا
Artinya: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.” (QS. Al A’raf: 32)
Ada beberapa adab berpakaian dalam Islam yang penting untuk diketahui.
Apa saja adab berpakaian tersebut?
Simak 10 adab berpakaian dalam Islam berikut ini:
1. Memakai Pakaian yang Halal
Hendaknya seorang muslim memakai pakaian yang halal bahannya, pun halal cara mendapatkan pakaian itu. Rasulullah SAW bersabda,
“Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya apa yang Allah perintahkan kepada orang mukmin itu sama sebagaimana yang diperintahkan kepada para Rasul.... Lalu Nabi menyebutkan cerita seorang lelaki yang telah menempuh perjalanan panjang, hingga sehingga rambutnya kusut dan berdebu. Ia menengadahkan tangannya ke langit dan berkata: ‘Wahai Rabb-ku.. Wahai Rabb-ku..’ padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia diberi makan dari yang haram. Bagaimana mungkin doanya dikabulkan?” (HR. Muslim).
2. Berdoa saat Berpakaian
Doa berpakaian sebagai berikut:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى كَسَانِى هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku.” (HR. Abu Daud).
3. Memakai Pakaian dari Sebelah Kanan
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ’anha, ia berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ فِي شَأْنِهِ كُلِّهِ
“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam membiasakan diri mendahulukan yang kanan dalam memakai sandal, menyisir, bersuci dan dalam setiap urusannya.” (HR. Bukhari).
4. Menutup Aurat
Adab ini telah tercantum dalam Alquran surat Al-‘Araf ayat 26, yang berbunyi:
يَا بَنِيْٓ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُّوَارِيْ سَوْاٰتِكُمْ وَرِيْشًاۗ وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ
Artinya: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (Al-‘Araf:26).
Aurat antara laki-laki dan perempuan berbeda. Aurat laki-laki berada di antara pusar hingga lutut. Sedangkan aurat dari perempuan adalah seluruh badan kecuali kedua telapak tangan serta wajah.
5. Tidak Menyerupai Pakaian Orang Kafir
Dari Abdullah bin Umar radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
من تشبه بقوم فهو منهم
Artinya: “Orang yang menyerupai suatu kaum, seolah ia bagian dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud).
6. Tidak Menyerupai Lawan Jenis
Rasulullah SAW bersabda:
ثلاثةٌ لا يَدخلُونَ الجنةَ: العاقُّ لِوالِدَيْهِ ، و الدَّيُّوثُ ، ورَجِلَةُ النِّساءِ
Artinya: “Tidak masuk surga orang yang durhaka terhadap orang tuanya, ad dayyuts, dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Al Baihaqi).
(MG – Endry Nur Latiefah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berpakaian-13293i24.jpg)