Breaking News:

Berita Kota Yogya Hari Ini

Usung Tema 'Story of Jogja', Pemkot Yogya Kembali Gulirkan Jogja Cross Culture

Agenda seni budaya tahunan Jogja Cross Culture kembali dilangsungkan Pemkot Yogyakarta pada 10 November 2021 mendatang.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM - Agenda seni budaya tahunan Jogja Cross Culture kembali dilangsungkan Pemkot Yogyakarta pada 10 November 2021 mendatang.

Untuk gelaran tahun ini, tajuk utama yang diusung adalah 'Story of Jogja'. 

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, agenda tersebut telah digulirkan dalam tiga tahun terakhir.

Namun, selaras dengan tahun lalu, JCC tetap dilaksanakan secara daring dengan sistem live streaming. 

Baca juga: Fasilitasi Pemasaran Luring, Pemkot Yogya Gulirkan Festival Fashion dan Craft 2021

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, kita tetap melibatkan seluruh warga Kota Yogyakarta untuk berkolaborasi di JCC. Seniman dari kemantren-kemantren, dan dari luar negeri, siap ikut serta," ujarnya, Minggu (7/11/2021). 

Menurutnya, JCC sejak awal dikonsep sebagai ajang seni.

Sehingga, di dalamnya pun ditampilkan pertumbuhan Kota Yogyakarta sebagai kota seni dan budaya, yang terbangun dengan keberagaman, atau lintas kultur. 

"Kami ingin JCC ini dapat menjadi bagian dari bagaimana melahirkan karya-karya terbaik yang harus ditampilkan. Sehingga, nantinya menjadi sebuah kebanggaan para seniman yang tampil di sini," cetus Heroe. 

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti menambahkan, pihaknya melibatkan komunitas seniman untuk menyusun program JCC, supaya bagaimana sektor kebudayaan bisa hidup, dan menghidupi. 

"Gerakan pembinaan dan penguatan budaya di kelompok-kelompok inilah yang sebenarnya menjadi vocal point penyelenggaraan JCC itu, ya," terangnya. 

Baca juga: Plataran Ecotourism Festivals Tawarkan Harta Karun Ekowisata di Grup Plataran Indonesia

Sementara itu, Program Director JCC, RM Altiyanto berujar, tahun ini, pihaknya mencoba untuk mengkolaborasikan potensi seni yang dimiliki 14 kemantren, dengan 14 koreografer muda dari Kota Yogyakarta

Hasil karya yang ditampilkan terangkai dalam satu bingkai 'Story of Jogja', yang menggambarkan peristiwa sejarah di Yogyakarta dari masa lalu hingga kini.

Sajian JCC terbagi dalam tiga segmen pertunjukan, yaitu Jawa Semesta, Kertaning Yogya, maupun Yogya Tuwuh. 

"Ini menjadi sebuah laboratorium bersama antar seniman, serta pelaku seni di wilayah, dalam membangun jaringan, atau transformasi seni," tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved