Minggu Malam, Ketinggian Muka Air Bendung Katulampa Bogor Sentuh Angka 80 Centimeter, Status Siaga 4

Pada pukul 19.00 WIB, ketinggian muka air di Bendung Katulampa berada di angka 80 centimeter.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
BNPB Indonesia
Tinggi Air di Bendungn Katulampa: 170 cm, hujan, Siaga 2, pukul 09.10 WIB, 1 Januari 2020 

TRIBUNJOGJA.COM, BOGOR - Bendung Katulampa Bogor berstatus siaga 4 setelah hujan lebat terus mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (7/11/2021).

Pada pukul 19.00 WIB, ketinggian muka air di Bendung Katulampa berada di angka 80 centimeter.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor sejak Minggu sore bahkan sempat membuat ketinggian muka air di bendung Katulampa menyentuh angka 90 centimeter.

Beberapa kejadian bencana pun  terjadi di Kota Bogor akibat derasnya hujan yang mengguyur wilayah tersebut, salah satunya di kawasan Cibuluh.

Di wilayah itu, banjir parah terjadi setelah hujan lebat yang terus turun sehingga mengakibatkan aliran Kali Baru meluap.

Pantauan Kompas.com, jalan yang menghubungkan wilayah Pomad dan Tanah Baru tak dapat dilalui kendaraan akibat luapan air yang menggenang.

Meski begitu, banyak pengendara memilih nekad menerjang banjir.

Baca juga: Musim Hujan di Yogyakarta, Waspadai Bencana Banjir dan Tanah Longsor Akibat Tata Ruang Amburadul

Sebagian memutuskan untuk memutarbalikkan kendaraannya.

Royani (40), salah satu petugas pemadam kebakaran yang bertugas di wilayah Cibuluh menyebut, ketinggian banjir mencapai 1,5 meter atau setinggi dada orang dewasa.

"Dari sebelum ashar hujan sudah deras. Lama-kelamaan Kali Baru meluap. Tingginya 1,5 meter," kata Royani, di lokasi.

Royani menambahkan, selain jalanan yang tertutup banjir, luapan air Kali Baru juga mengakibatkan perkampungan warga sekitar di Kampung Neglasari dan Kampung Kramat ikut terdampak.

Ia menyebut, saat ini petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor sedang menuju lokasi untuk mengecek kondisi warga dengan perahu karet.

"Tadi petugas BPBD udah cek ke sini, tapi enggak bawa perlengkapan. Jadi mereka balik lagi bawa perlengkapan perahu karet," tuturnya. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved