Breaking News:

Berita Klaten Hari Ini

1 Jalan Desa dan 3 Saluran Air di Kokosan Klaten Dipastikan Aman dari Terjangan Tol Yogyakarta-Solo

Satu jalan desa dan tiga saluran air yang dilalui oleh Tol Yogyakarta-Solo di Desa Kokosan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten dipastikan aman.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Seorang warga melintas di Jalan Desa Kokosan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten yang ikut dilalui oleh proyek Jalan Tol Yogyakarta-Solo, Minggu (7/11/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Satu jalan desa dan tiga saluran air yang dilalui oleh Tol Yogyakarta-Solo di Desa Kokosan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten dipastikan aman.

Hal itu dikarenakan jalan Tol Yogyakarta-Solo yang melintas di desa tersebut nantinya dibuat melayang di atas jalan desa dan saluran air itu.

"Jalan yang sampai ditutup tidak ada. Kemarin sudah ada penetapan gambar dan nggak ada jalan desa yang ditutup," ujar Kepala Desa Kokosan, Suparjo pada Tribunjogja.com, Minggu (7/11/2021).

Ia mengatakan, nantinya jalan desa yang dilalui tol di desa itu berada di bagian bawah atau terowongan dan jalan tol berada di atasnya.

Baca juga: UPDATE Tol Yogyakarta-Solo di Klaten, Konstruksi Seksi 1 Ditarget Rampung 25 Persen Tahun 2021

"Kalau panjang terowongannya kira-kira satu kilo mungkin. Saya kurang hafal juga," jelasnya.

Terkait tiga saluran air yang ikut digilas oleh proyek Trans Jawa itu, ia mengatakan jika tiga saluran air itu juga dipastikan aman.

Hal itu, karena juga akan dibuat terowongan dan tidak akan mengganggu pengairan ke lahan pertanian warga.

Ia menyebut untuk Desa Kokosan terdapat sekitar 30 bidang tanah yang terdampak pembangunan tol.

Puluhan bidang tanah tersebut berupa lahan persawahan.

Sejauh ini warga mendukung proyek tersebut dan sosialisasi sudah dilakukan sebanyak tiga kali.

"Namun, untuk saat ini belum masuk ke harga atau hitung pohon-pohon dan harga tanah juga belum," jelasnya.

Baca juga: Pengembang Tol Yogyakarta-Solo Pastikan Benda Cagar Budaya dan Situs Sejarah di Klaten Ini Aman

Hal itu karena, saat rapat dengan pihak tol diketahui jika anggaran untuk pembebasan lahan tahun 2021 ini hanya sampai Kecamatan Ngawen.

"Terakhir sosialisasi anggaran tahun 2021 ini hanya sampai Ngawen, nanti sisanya di tahun 2022 termasuk Kokosan Prambanan," imbuhnya.

Sementara itu seorang petani Anang Joko Purnomo (43) yang tanahnya ikut terdampak tol di desa itu mengaku jika pihaknya mendukung proyek pembangunan tol.

"Pada prinsipnya kita mendukung, tapi kita minta harga ganti ruginya juga sesuai dan tanaman yang ada dihitung satuan," jelasnya saat ditemui di ladang miliknya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved