Breaking News:

Usaha Mebel dan Kerajinan di DI Yogyakarta Meningkat Meski Terkendala Biaya Ekspor yang Mahal

Bisnis mebel dan kerajinan di DI Yogyakarta tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19. Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bisnis mebel dan kerajinan di DI Yogyakarta tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) DIY mencatat pesanan ekspor produk mebel dan kerajinan cenderung meningkat akhir-akhir ini.

Namun demikian saat ini para pengusaha juga mengeluhkan mahalnya biaya kirim barang ke luar negeri. 

Baca juga: Sebanyak 69 Warga Sleman Positif Covid-19 dari Klaster Takziah di Bantul, Ini Pesan Bupati Kustini

Ketua Asmindo DIY, Timbul Raharjo mengakui bahwa pandemi Covid-19 memang berpengaruh kepada bisnis mebel dan kerajinan, namun itu hanya terjadi saat awal-awal pandemi atau sekitar enam bulan pandemi.

Pasalnya saat itu para pengusaha sempat kaget dengan kondisi yang serba terbatas, termasuk para buyer atau pembeli dari luar negeri juga terhalang pembatasan dan menunggu perubahan regulasi. 

Karena sepi pembeli, para pengusaha kerajinan terpaksa merumahkan beberapa karyawannya.

Termasuk Timbul Raharjo yang memiliki usaha Timboel Kramik, sebuah usaha yang memproduksi patung logam dan kayu ini sempat merumahkan sekitar 30 orang dari total 100 karyawan.

Dengan kondisi ini tak sedikit pengusaha kerajinan beralih ke bisnis kuliner dan tanaman. 

"Seiring waktu berjalan pemesanan kerajinan dari luar negeri kembali meningkat di akhir 2020 dan awal 2021. Penyebabnya karena mungkin para buyer terutama di Eropa dan Amerika sering di rumah dan melihat-lihat isi rumah mereka ingin mengganti dekorasi rumah," ujarnya,Jumat (6/11/2021).

Terlebih perkembangan teknologi memudahkan pemesanan, yang dapat dilakukan secara daring bahkan tawar menawar juga dilakukan lewat daring tanpa harus datang ke DIY. Dan dari catatannya, pesanan ke DIY meningkat sampai 30 persen. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved