Breaking News:

Pengembang Tol Yogyakarta-Solo Pastikan Benda Cagar Budaya dan Situs Sejarah di Klaten Ini Aman

Dua benda cagar budaya yang sedianya bakal dilalui oleh pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dipastikan aman dari

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Penampakan Yoni berkepala kura-kura yang dilewati proyek Tol Yogyakarta-Solo di Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Minggu (26/9/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Dua benda cagar budaya yang sedianya bakal dilalui oleh pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dipastikan aman dari proyek tersebut.

Sebagaimana diketahui, dua benda cagar budaya yang bakal terdampak pembangunan proyek strategis nasional itu tersebar di dua kecamatan.

Pertama, sebuah benda cagar budaya berupa yoni langka berkepala kura-kura yang berada di Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo.

Baca juga: Respon Instruksi Kapolri, Kapolres Gunungkidul Janji Tindak Personel Nakal

Kemudian, situs penemuan benda cagar budaya dan belasan kilogram emas kuno di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan

Hal itu diutarakan oleh pengembang tol Yogyakarta-Solo yakni General Manager Lahan dan Utilitas PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM), Muhammad Tilawatil Amin saat TribunJogja.com temui di Setda Klaten, Kamis (4/11/2021).

"Kita di Klaten ada dua tempat cagar budaya (yang dilalui tol), satu di Keprabon, jadi cagar budaya itu akan kita lompati dan posisinya di bawah tol," ujar Amin.

Kata dia, nantinya akan dibangun berupa jembatan kecil di atas yoni tersebut sehingga yoni langka berkepala kura-kura itu tetap bisa digunakan oleh masyarakat.

"Nanti ada akses bagi warga atau balai yang mau melakukan perawatan. Artinya kita sudah koordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya," ucapnya.

Sedangkan untuk situs yang di Desa Wonoboyo, lanjut Amin juga dilakukan hal yang sama bahwa situs tersebut tidak akan terdampak oleh proyek tol dan akan tetap ada.

"Yang Wonoboyo, situs penemuan itu, kita bikin kayak jembatan elevated tol yang nanti ngambang 200 meter," jelasnya.

Baca juga: Gelapkan Dana Desa, Bendahara Kalurahan Getas Playen Gunungkidul Jadi Tersangka

Sebelumnya, Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Klaten, Yuli Budi Susilowati mengatakan jika Disparbudpora Klaten dan pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Yogyakarta-Solo telah melakukan koordinasi sebelum pengerjaan fisik tol di dua desa itu dimulai.

"Kita sudah bicarakan soal yoni itu sejak jauh-jauh hari bahkan sejak pengukuran dan pembahasan awal dulu bahwa disitu ada yoni yang berada dalam patok tol," ucapnya.

Pada pembahasan awal itu, lanjut Yuli pihak PPK Tol dan penanggung jawab proyek strategis nasional (PSN) itu memang akan dilakukan rekayasa agar yoni tidak terkena tol.

"Kita saat itu bicara dengan PPK tol dan waktu itu akan dilakukan rekayasa agar yoni tidak kena. Kemudian kita juga koordinasi dengan Balai Arkeologi (Balar) Jogja untuk lakukan rekayasa itu," jelasnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved