Menhub Cabut Aturan, Bepergian 250 Km Tak Wajib PCR

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencabut aturan wajib tes PCR atau antigen bagi warga yang berpergian sejauh minimal 250 km.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
ILUSTRASI Tes Swab. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencabut aturan wajib tes PCR atau antigen bagi warga yang berpergian menggunakan sepeda motor dan mobil sejauh minimal 250 kilometer (km).

Pencabutan tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19.

Surat edaran terbitan Selasa (2/11/2021) tersebut merevisi Surat Edaran Nomor 90 Tahun 2021. Dalam surat edaran Kemenhub, termuat beberapa syarat perjalanan darat. Ada tiga poin penting di dalamnya.

Pertama, kewajiban menunjukkan surat keterangan negatif antigen, yang sampelnya diambil maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan dan kartu vaksin minimal dosis pertama bagi pelaku perjalanan jarak jauh. Pelaku perjalanan jarak jauh yang dimaksud adalah menggunakan kendaraan perseorangan, umum, dan angkutan penyeberangan dari dan ke daerah di Jawa-Bali serta luar Jawa-Bali berstatus Level 1-3.

Kedua, perjalanan rutin menggunakan kendaraan perseorangan, umum, transportasi sungai, danau, dan penyeberangan dalam satu kawasan aglomerasi perkotaan tidak wajib kartu vaksin dan hasil negatif antigen.

Ketiga, khusus pengemudi dan pembantu kendaraan logistik perjalanan Jawa-Bali serta luar Jawa-Bali wajib surat negatif antigen, yang sampelnya diambil maksimal 14x24 jam dan kartu vaksin dosis lengkap.

Masih terkait poin ketiga, wajib pula menunjukkan surat keterangan hasil negatif antigen, yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 7x24 jam sebelum keberangkatan dan kartu vaksin dosis pertama.

Kemudian, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif antigen, yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan apabila memang belum mendapatkan vaksin.

Bagi pengemudi dan pembantu pengemudi yang belum melaksanakan vaksinasi, diarahkan untuk mendapatkan vaksin oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 apabila tersedia di lokasi simpul transportasi darat.

Syarat perjalanan itu berbeda ketimbang SE Menhub Nomor 90. Dalam surat tersebut, warga bepergian minimal 250 km atau empat jam dari dan ke Jawa-Bali wajib punya kartu vaksin minimal dosis pertama.

Selain itu, masih menurut SE Menhub Nomor 90, mereka harus menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19 dengan metode tes PCR, maksimal 3x24 jam atau antigen maksimal 1x24 jam sebelum perjalanan.

“Syarat perjalanan itu berlaku bagi pengguna kendaraan bermotor perseorangan, sepeda motor, kendaraan bermotor umum, maupun angkutan penyeberangan,” kata Menhub, Budi Karya Sumadi, kapan hari.

Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati menegaskan, bahwa aturan yang mewajibkan tes PCR atau antigen bagi warga bepergian menggunakan sepeda motor dan mobil sejauh minimal 250 km sudah resmi dicabut.

“Ya, Kemenhub telah melakukan penyesuaian syarat perjalanan orang dalam negeri untuk transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian pada masa pandemi Covid-19,” terangnya, Rabu (3/11/2021).

Ia berujar, penyesuaian dilakukan dengan menerbitkan empat SE. Empat SE Kemenhub terbit merujuk kepada Instruksi Mendagri No 57 Tahun 2021 serta SE Satgas Penanganan Covid-19 No 22 Tahun 2021.

“SE Kemenhub No 94 Tahun 2021, SE Kemenhub No 95 Tahun 2021, SE Kemenhub No 96 Tahun 2021, dan SE Kemenhub No 97 Tahun 2021 yang terbit pada Selasa lalu,” tandas Adita. (Tribunnetwork)

Baca Tribun Jogja edisi Kamis 4 Nopember 2021 halaman 02. 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved