Breaking News:

Kisah Asal-usul Keberadaan Makam di Bawah Rawa Jombor Klaten, Ini Penuturan Warga

Seorang warga sekitar, Sukamto (60), menyebut jika komplek makam yang berada di dasar rawa tersebut berada di sisi barat dan utara rawa.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
dok.Istimewa
Penampakan pembangunan taman dan jogging track Rawa Jombor, Klaten 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Tidak banyak yang tahu bahwa obyek wisata Rawa Jombor yang berada di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten ternyata menyimpan cerita tersendiri.

Satu di antaranya adalah soal keberadaaan komplek makam yang berada di dasar rawa yang sedang dalam tahapan revitalisasi tersebut.

Seorang warga sekitar, Sukamto (60), menyebut jika komplek makam yang berada di dasar rawa tersebut berada di sisi barat dan utara rawa.

"Kalau jumlahnya saya nggak tahu, karena makamnya sudah lama berada di dasar rawa," ucapnya saat berbincang dengan Tribunjogja.com di rawa tersebut.

Baca juga: Sebanyak 5 Alat Berat Diterjunkan untuk Bongkar Keramba Apung di Rawa Jombor Klaten

Baca juga: Revitalisasi Rawa Jombor Klaten, Keramba Apung Bakal Ditempatkan di Satu Area

Menurut Sukamto, berdasarkan cerita yang ia peroleh dari orang-orang tua terdahulu, Rawa Jombor sebelum menjadi waduk merupakan perkampungan.

Karena berada di cekungan, maka setiap kali hujan turun air selalu menggenangi wilayah tersebut hingga akhirnya penduduk mulai meninggalkan wilayah tersebut.

Penampakan alat berat yang mulai melalukan pembersihan keramba apung di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (26/10/2021).
Penampakan alat berat yang mulai melalukan pembersihan keramba apung di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (26/10/2021). (TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan)

"Lama kelamaan menjadi Rawa Jombor seperti yang kita kenal sekarang," imbuhnya.

Menurut dia, selain kompleks makam di tengah-tengah area Rawa Jombor juga terdapat sebuah daratan yang konon dulunya merupakan sebuah perbukitan.

"Itu dikenal dengan nama gumuk Mbah Bonggolo, warga sini pasti tahu, itu daratan di tengah rawa, konon dulunya itu bukit," ucap dia.

Sebelumnya, Kepala Desa Krakitan, Nurdin, menyebut selain kompleks makam yang berada di dasar rawa di area pinggir rawa juga terdapat satu makam.

Penampakan Rawa Jombor yang berada di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah saat dilihat dari atas Bukit Sidoguro, Jumat (8/10/2021).
Penampakan Rawa Jombor yang berada di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah saat dilihat dari atas Bukit Sidoguro, Jumat (8/10/2021). (TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan)

"Saya juga kurang tahu detailnya itu makam siapa, tapi masih difungsikan hingga sekarang. Warga masih berziarah di makam tersebut," ucapnya pada Tribunjogja.com pekan lalu.

Menurutnya, saat revitalisasi Rawa Jombor dilakukan, satu makam yang berada di pinggir rawa tersebut tidak akan terkena dampak dari revitalisasi.

"Nggak kena, itu malah dibuatkan jalannya nanti untuk peziarah," imbuhnya.

( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved