Breaking News:

Dorong Masyarakat Akses Layanan Perbankan, BPD DIY Luncurkan Agen Laku Pandai

Bank Pembangunan Daerah (BPD) DI.Yogyakarta meluncurkan inovasi berupa agen laku pandai.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Direktur Utama BPD DIY Santoso Rahmad dan Bupati Kulon Progo Sutedjo saat melauncing agen laku pandai di BUMDes Srikayangan, Kapanewon Sentolo, Senin (1/11/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat dalam mengakses perbankan, Bank Pembangunan Daerah (BPD) DI.Yogyakarta meluncurkan inovasi berupa agen laku pandai.

Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad mengatakan melalui agen laku pandai masyarakat bisa mengakses semua layanan perbankan di Bank BPD DIY.

Seperti pembukaan tabungan sutera pandai, setor dan tarik tunai, transfer antar rekening BPD DIY, pembayaran PBB pajak daerah, PDAM, PLN, BPJS hingga retribusi.

Bahkan informasi pinjaman-pinjaman kredit usaha rakyat (KUR) bisa diperoleh. 

"Batas pinjaman juga menyesuaikan dengan kemampuan agennya yang kita biayai untuk diteruskan kepada masyarakat dengan bunga yang diberikan hanya 3 persen. Target kita untuk semua agen terbuka luas. Bahkan masyarakat biasa juga bisa buka agen," jelas Santoso saat melaunching agen laku pandai di BUMDes Srikayangan, Kapanewon Sentolo, Senin (1/11/2021). 

Ia mencatat, jumlah agen yang telah bekerjasama saat ini mencapai 260 agen yang tersebar di seluruh DIY. 

Dalam peluncuran perluasan layanan agen BPD DIY, agen yang telah dilengkapi perangkat EDC sejumlah 50 dan secara bertahap akan berlanjut ke agen-agen lain. 

Selain itu, BPD DIY juga menyalurkan bantuan corporate social responsibility (CSR) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo berupa mobil layanan pajak dan mesin administrasi kependudukan mandiri. 

Baca juga: Bank BPD DIY dan Rumah Sakit Panti Rini Perkuat Kerja sama

Baca juga: BPD DIY Hibahkan Mobil Layanan Pajak ke Pemkab Gunungkidul

Kepala OJK DIY, Parjiman menyatakan dari hasil survei nasional tahun 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan sebesar 38,08 persen dan inklusi keuangan 76,19 persen. 

Sementara di DIY, literasi keuangan sebesar 58,53 persen dan inklusi keuangan 76,12 persen. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved