Breaking News:

Wacana Antigen untuk Syarat Perjalanan, Pengusaha Rental Mobil di DIY Khawatir Bisnisnya Terganggu

Pengusaha rental mobil mengeluhkan wacana kebijakan penggunaan rapid test atau tes cepat antigen virus corona sebagai syarat perjalanan.

https://asset.kompas.com/crops/a4nRhAABgd0pyGDe5TDDwPIN0c8=/43x9:1000x647/750x500/data/photo/2020/05/12/5eba4ead5ed96.jpg
Ilustrasi tes corona dengan menggunakan metode swab 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengusaha rental mobil mengeluhkan wacana kebijakan penggunaan rapid test atau tes cepat antigen virus corona sebagai syarat perjalanan.

Seperti diketahui, pemerintah kembali menyesuaikan ketentuan pelaku perjalanan domestik baik jalur darat, jalur laut, maupun jalur udara.

Ketentuan itu didasarkan dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 55/2021 dan Addendum SE Satgas Covid-19 Nomor 21/2021.

Baca juga: Nihil Temuan Kasus Covid-19 di Enam Kecamatan, Disdik Bakal Lanjutkan Swab Sampling di Sekolah

Untuk pelaku perjalanan laut dan darat ke seluruh Indonesia wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR (H-3) atau tes rapid antigen yang diambil maksimal sehari sebelum keberangkatan.

Pemilik Rental Mobil Dievtra Jogja, Eko Hendriyono, khawatir jika bisnisnya bakal terganggu jika pemerintah memberlakukan kebijakan tersebut.

Eko menjelaskan, berdasarkan pengalaman pada Lebaran 2021 lalu, pemerintah sempat memberlakukan kebijakan yang sama. 

Yakni menjadikan hasil pemeriksaan antigen sebagai syarat perjalanan angkutan darat.

Kala itu pemerintah juga mendirikan pos penyekatan yang tersebar di kawasan perbatasan antar provinsi.

Eko mengatakan, kala itu banyak penyewa yang mundur karena persyaratan yang dianggap memberatkan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Pemancing Dilaporkan Tenggelam di Rawa Jombor Klaten

"Takutnya ada yang sudah booking jauh-jauh hari malah cancel karena mewajibkan tes antigen untuk keluar kota. Dulu kan jadi agak susah ya kalau pergi. Orang juga takut diputarbalikkan jadi ya wajar banyak yang batal," kata Eko. 

Pada waktu itu, hampir 50 persen konsumennya memilih untuk membatalkan pesanan. Adapun Eko sendiri saat ini telah memiliki 20 unit kendaraan.

"Ya padahal momen-momen libur ini kan momen yang ditunggu-tunggu. Kalau ada itu lagi kecewa lah kita. Semoga tahun ini nggak seperti yang kemarin-kemarin," terangnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved