Breaking News:

Atlet Puslatkot Yogyakarta Lakukan Tes Fisik Untuk Persiapan Porda 2022

Atlet Pemusatan Latihan Kota (Puslatkot) Yogyakarta menjalani tes fisik untuk mempersiapkan mengikuti ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2022

TRIBUNJOGJA.COM/ Taufiq Syarifudin
Atlet Puslatkot Yogyakarta melakukan tes fisik di SMPN 1 Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Atlet Pemusatan Latihan Kota (Puslatkot) Yogyakarta menjalani tes fisik untuk mempersiapkan mengikuti ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2022.

Tes fisik yang diikuti 625 atlet dari 24 cabang olahraga itu digelar di SMPN 1 Yogyakarta, Sabtu-Minggu (30-31/10/2021).

Ketua Umum KONI Kota Yogyakarta, Aji Karnanto mengatakan tes fisik ini dilaksanakan dua hari, perharinya masing-masing diikuti oleh sekitar 300 atlet.

Baca juga: Tebing Longsor Tutup Akses Jalan Kajoran-Salaman Magelang Dampak dari Hujan Deras

Menurut Aji, animo atlet untuk mengikuti kegiatan ini cukup bagus, dimana mereka terlihat bersemangat dalam menjalani setiap tesnya.

“Target sih harapan saya hasil ini nanti bisa menjadi acuan untuk Puslatcab tahun depan yang mana tahun depan akan menghadapi PORDA, mudah-mudahan bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan bisa meraih kesuksesan di Porda yang akan datang,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Koordinator Tes Fisik, Cukup Pahala Widi menyebut dalam tes fisik ini seluruh atlet akan melewati enam item, diantaranya lari sprint untuk mengukur kecepatan, kemudian tes kelentukan, tes otot perut dan lengan, power kaki dengan vertical jump, dan daya tahan dengan multiple test.

Baca juga: Dirut PT PSS, Andywardhana Putra Merevisi Target PSS Sleman Jadi 10 Besar Pada Musim Ini

“Jadi tes terakhir beep test bolak-balik itu untuk tahu kekuatan daya tahannya. Enam itu sementara kita gunakan sebagai tes dasar untuk tahu seperti apa atlet setelah Puslatkot di tahapan pertama Agustus sampai September kemarin,” bebernya.

Kemudian, salah satu pelatih Puslatkot dari cabor voli indoor, Chaerul Zakaria menilai tes fisik yang dilakukan sudah sesuai dengan standar yang digunakan secara nasional dan daerah. Sehingga bisa diketahui kondisi terkini atlet.

“Kalau memang kurang ditambah di Puslatkot tapi kalau sudah bagus ya teknis saja,” ucapnya. (tsf) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved