5 Mitos dan Fakta Unik Bayi yang Baru Lahir

Bayi memiliki tubuh yang kecil jika dibandingkan dengan tubuh manusia pada umumnya. Badannya mungil, jari-jarinya kecil-kecil, dan kulit yang halus.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
babyinfo.com.au
babyinfo.com.au, Ilustrasi bayi duduk 

TRIBUNJOGJA.COM- Bayi merupakan anak manusia yang belum lama lahir.

Bayi memiliki tubuh yang kecil jika dibandingkan dengan tubuh manusia pada umumnya.

Badannya mungil, jari-jarinya kecil-kecil, kulitnya halus, dan tubuhnya beraroma wangi yang khas.

Begitulah deskripsi fisik seorang bayi.

Jika tertawa belum nampak satu buahpun gigi di dalam mulutnya.

Hanya terlihat deretan gusi berawarna merah segar dan lidah yang kecil.

Wajahnya nan lucu dan kecil itulah yang membuat bayi banyak disukai oleh khalayak umum.

Berikut beberapa mitos dan fakta yang banyak beredar mengenai bayi yang baru lahir:

1. Bayi dapat tidur sepanjang malam dikala berusia enam bulan

bayi
bayi (switzal)

Penyataan seperti itu dirasa kurang benar adanya.

Faktanya pola tidur bayi sangat bervariasi.

Karena pada dasarnya memang bayi lebih banyak melakukan kegiatan hanya tidur dan menangis.

Ada penelitian menunjukkan bahwa hanya setengah dari bayi tidur sepanjang malam pada usia lima atau enam bulan.

Sebagian bayi bahkan banyak tidur di siang hari dan belum bisa tidur sepanjang malam dalam usia setahun.

Karena pada siang hari biasanya bayi tidur dengan waktu yang cukup lama, sehingga malam harinya matanya sulit untuk terpejam.

Orangtua harus siap siaga tidak tidur sepanjang malam tanpa terputus ketika bayi mereka mengalami susah untuk tidur malam.

2. Bayi menyusu kepada ibu hanya ketika lapar

Ilustrasi: Ibu menyusui bayi dengan ASI
Ilustrasi: Ibu menyusui bayi dengan ASI (Parenting.firstcry.com)

Usianya yang masih sangat dini, membuatnya tidak bisa semabrangan menerima asupan untuk tumbuh kembangnya.

Bayi hanya membutuhkan air susu ibu atau ASI hingga ia berusai enam bulan.

Hanya dengan ASI ia akan merasa kenyang dan terlelap tidur.

Namun perlu diketahui bayi sebenarnya membutuhkan ASI tidak hanya ketika ia merasa lapar.

Bayi juga membutuhkan ASI ibaratkan juga untuk sebagai “cemilan”.

3. Bayi menangis hanya karena lapar

Seorang perawat menggendong bayi yang baru lahir yang dilindungi dengan pelindung wajah di tengah wabah virus corona, sebagai ilustrasi.
Seorang perawat menggendong bayi yang baru lahir yang dilindungi dengan pelindung wajah di tengah wabah virus corona, sebagai ilustrasi. (AFP via VOA INDONESIA)

Anggapan itu diarasa kurang tepat adanya.

Jika bayi lapar memang ia pasti akan menangis, karena memang itulah kode yang ia berikan karena belum bisa berbicara.

Namun menangis bukan hanya tanda jika bayi merasa kelaparan.

Bayi menangis bisa juga trejadi karena ia merasa ketakutan, tidak nyaman, bahkan bosan.

Maka dari itu sebagai orangtua tentu kita harus memahami bagaimana kondisi bayi disekitar kita.

Pastikan ia dalam keadaan yang nyaman dan tidak merasa tertekan.

Baca juga: 5 Mitos dan Fakta dalam Sebuah Pernikahan

4. Bayi yang disusui ibu secara langsung memiliki ikatan yang lebih daripada hanya dari susu botol

Ilustrasi bayi
Ilustrasi bayi (AFP)

Faktanya tidak ada bukti yang mendukung mitos tersebut.

Banyak anak-anak yang disusui melalui susu botol diasuh oleh pegawai panti asuhan dan merasakan kedekatan batin yang erat.

Berikan saja sentuhan kasih sayang yang tulus dan lembut pada saat menggendong bayi.

Bayi akan menangkap dan mengingat dengan sendirinya siapa saja orang yang memberikan kenyamanan itu dengannya.

5. Cara membuatnya merasa aman adalah dengan membungkusnya dengan selimut

flickr.com, Ilustrasi Foto Bayi
flickr.com, Ilustrasi Foto Bayi (flickr.com)

Faktanya membungkus si kecil dalam selimut memang membuatnya hangat dan nyaman.

Namun rasa aman dan nyamannya itulah tercipta karena ia merasakan sentuhan lembut dari orang yang bersamanya.

Jadi bukan berasal dari tipis atau lembutnya kain yang menyelimutinya.

Bantu si kecil merasa aman dengan menenangkannya ketika dia menangis dan merasa kesal dengan memberikan perhatian penuh cinta.

Jangan sesekali membentak bayi, karena ia sangat peka dengan rangsangan dan langsung bisa merespon.  

(MG-Ardila Maharany Yunisa).

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved