Breaking News:

Feature

Kisah Para Wanita Olah Jamur Tiram Beromzet Puluhan Juta

Usaha konveksi yang telah ditekuni oleh Winarni (39) dan para tetangganya sejak beberapa tahun belakangan kolaps dihantam pandemi Covid-19.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
MENGEMAS - Sejumlah ibu-ibu di Dukuh Padangan, Glodogan, Klaten Selatan, Klaten, mengemas jamur krispi, Rabu (27/10/2021). 

Bahkan usahanya itu berhasil menembus 50 toko minimarket berjejaring di Kabupaten Klaten.

Selain itu, untuk pemesanan via daring baik dari dalam kota hingga luar kota seperti Yogyakarta dan Solo juga banyak diterima oleh pihaknya.

Tak hanya itu, jamur tiram olahannya juga mulai merambah beberapa negara seperti Malaysia dan Taiwan.

Untuk harga, per kemasan ia jual tergantung ukuran mulai dari Rp10 ribu hingga Rp25 ribu.

"Alhamdulillah, sekarang sudah mulai laris, kita per bulan bisa meraih omzet sekitar Rp20 juta jika sedang ramai-ramainya," ucapnya.

Produksi

Terkait produksi, dalam sehari, lanjut Winarni, pihaknya bisa mengolah sekitar 30 kilogram jamur tiram untuk dibuat berbagai produk.

Puluhan kilogram jamur tiram itu ia beli langsung dari warga Dukuh Padangan yang membudidayakan jamur tiram tersebut.

Di dukuh itu, kata dia terdapat 10 warga yang membudidayakan jamur tiram.

"Tapi tidak jarang juga kita membeli dari desa atau daerah lain karena kita butuh sekitar 30 kilogram per hari untuk produksi. Kita produksinya tiap hari," imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved