Breaking News:

PSS Sleman

Tren Negatif PSS Sleman, Dejan Antonic: Situasi di Luar Lapangan Jadi Beban, Marco Lepas Jabatan

Pemegang saham juga menyetujui memberhentikan dengan hormat Marco Gracia Paulo selaku Direktur Utama Perseroan.

Dok PSS
Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic. 

TRIBUNJOGJA.COM- Tren negatif PSS Sleman terus berlanjut menyusul kekalahan 2-0 dari Bali United pada lanjutan Liga 1 2021/22 di Stadion Manahan, Solo, Rabu (27/10/2021).

Ini menjadi kekalahan kelima Super Elang Jawa, dari total 9 pertandingan yang telah dilakoni, hanya mengantongi 8 poin, dan kini tercecer di peringkat ke-15 klasemen Liga 1 2021/22 atau hanya satu strip saja di atas zona degradasi.

Di samping itu, PSS Sleman menjadi tim yang sejauh ini paling banyak kebobolan.

Tercatat, 17 gol telah bersarang ke gawang Miswar Saputra, Ega Rizky, dan Adi Satryo, atau menjadi yang paling banyak di antara klub-klub Liga 1 lainnya bahkan lebih banyak daripada Persiraja Banda Aceh yang ada di dasar klasemen.

Juru taktik PSS Sleman, Dejan mengaku timnya saat ini masih memikul beban yang sangat berat, sehingga permainan PSS Sleman sulit berkembang di laga kontra Bali United. Tekanan yang ia katakan dari dalam dan luar tim membuat para pemain kurang dapat tampil lepas.

"Benar kita punya beban besar dari semua situasi di dalam dan di luar yang dialami. Tapi ini hidup kita sebagai orang profesional, kita harus perbaiki yang bisa, yang tidak bisa itu tegang individualnya. Kita sering kali bicara dengan pemain kita, kasih semangat untuk pemain, seringkali kasih support ke anak-anak," ujar Dejan usai pertandingan PSS kontra Bali United.

Menurut Dejan, seberapapun tekanan di tim, pasti akan memiliki efek kepada pemain.

"Tapi kadang-kadang keputusan ada dari orangnya sendiri, sekali lagi semua situasi di dalam atau di luar pasti berefek kepada anak-anak dan semua dari kita, tapi semoga segera selesai dan kembali ke jalan yang normal," katanya.

Adapun pada pertandingan kontra Bali United, PSS Sleman dipaksa mengakui keunggulan tim lawan usai Ebber Bessa menjadi pembeda di babak kedua dengan menorehkan satu asis dan satu gol.

Pada babak pertama PSS terlihat masih bisa mengimbangi permainan tim berjuluk Serdadu Tridatu, namun usaha untuk meningkatkan intensitas serangan tak kunjung membuahkan hasil.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved