Berita Sleman Hari Ini

Peringati Sumpah Pemuda, Generasi Muda di Sleman Diajak Lebih Mencintai Lingkungan

Gerakan mencintai lingkungan di momentum peringatan sumpah pemuda ini sangat penting demi menjaga ekosistem dan teritorial di Kalikuning.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS), AG. Irawan
Upacara dalam kegiatan peringatan hari sumpah pemuda di Kali Kuning Sempu, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas Kali Kuning "Parikesit" Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, bersama Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) memperingati hari sumpah pemuda 2021 dengan gerakan mencintai lingkungan.

Menggandeng sejumlah instansi dan elemen masyarakat, mereka melakukan upacara di Dam Kali Kuning, bersih sampah, tebar benih ikan, hingga menanam pohon. 

Koordinator Komunitas Konservasi Kali Kuning Parikesit, Dwi Yudho Prasetyo berharap melalui serangkaian kegiatan tersebut dapat menjaga sekaligus merawat Kali Kuning.

Sehingga, vegetasi di pinggiran sungai dan ragam biota yang ada di dalam sungai tetap lestari.

Baca juga: Sejarah Singkat Lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Teks Sumpah Pemuda Ejaan Lama

Menurut dia, gerakan mencintai lingkungan di momentum peringatan sumpah pemuda ini sangat penting demi menjaga ekosistem dan teritorial di Kali Kuning yang dahulunya digunakan untuk penambangan. 

"Tujuan kami, ingin bersama-sama merawat sungai. Agar aliran sungai tetap jernih dan habitat ikan di Kali Kuning tetap alami," kata dia, ditemui di lokasi, Kamis (28/10/2021). 

Kegiatan diawali dengan upacara diikuti oleh Perangkat Kalurahan Wedomartani, Kapanewon, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, DLHK DIY, P3EJ, Ditpolair Polda DIY, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pegiat sungai dan segenap unsur masyarakat.

Mereka sepakat untuk bersama-sama melestarikan sungai.

Setelah itu, dilanjutkan kegiatan bersih sungai mulai dari sampah plastik, kaca dan kain yang sulit diurai demi memelihara biota di dalam sungai.

Kemudian, menebar benih ikan lokal dan menanam pohon yang dapat menyimpan air seperti pohon Aren, Gayam dan Beringin.

Baca juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda 2021, Keraton Yogyakarta Gelar Pentas Musikan Mandalasana

Kegiatan ditutup dengan serasehan mengulas tentang upaya pelestarian alam. 

Ketua Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) AG Irawan mengajak kepada generasi muda untuk mencintai lingkungan dengan merawat dan melestarikan sungai.

Sebab, sungai itu ibarat nadinya Bumi.

Jika nadi manusia terganggu maka dampaknya Kepala pusing.

Begitu juga alam, apabila sungainya dipenuhi limbah dan sampah, maka bumi menjadi sakit.

Sungai yang tercemar berdampak pada kerusakan mata air.

Padahal air menjadi kebutuhan hidup semua makhluk termasuk manusia. 

"Karena itu, sangat penting untuk bersama-sama merawat dan menjaga sungai," kata dia.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved