Breaking News:

Berita Klaten Hari Ini

Kunjungan ke Objek Wisata Klaten Masih Sepi

Rata-rata, dalam sehari kunjungan di masing-masing objek wisata hanya sekitar 500 pengunjung saja.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Sejumlah wisatawan bermain dengan burung dara di Objek wisata Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jumat (8/10/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Meski sudah dibuka sejak beberapa pekan ini, ternyata kunjungan ke objek wisata di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah masih cenderung sepi.

Rata-rata, dalam sehari kunjungan di masing-masing objek wisata hanya sekitar 500 pengunjung saja.

Namun jumlah itu, bisa meningkat setiap akhir pekan hingga sekitar 1.500 pengunjung.

"Sekarang untuk kunjungan masih sepi, belum terlalu ramai, data dari lapangan itu per hari sekitar 500 pengunjung saja di masing-masing objek wisata, kalau weekend bisa 1.500 pengunjung," ujar Kepala Disparbudpora Klaten, Sri Nugroho saat Tribunjogja.com temui di Desa Belang Wetan, Klaten Utara, Rabu (27/10/2021).

Menurut Nugroho, sejak objek wisata di Kabupaten Bersinar dibuka kembali, semua pengelola objek wisata terpantau mematuhi aturan protokol kesehatan Covid-19 yang berlaku.

Baca juga: Wahana Speed Boat Lengkapi Objek Wisata Rawa Jombor Klaten, Segini Tarifnya

"Sejauh inI untuk klaster juga nggak ada di objek wisata, pengelola terpantau patuh dalan menerapkan disiplin di objek wisata yang ia kelola," ulasnya.

Ia menjelaskan, untuk saat ini objek wisata di Klaten masih dilakukan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 25 persen dari kapasitas.

Kemudian, juga mensyaratkan anak di bawah 12 tahun yang masuk objek wisata wajib didampingi orang tua mereka dan dicatat identitas hingga alamat asalnya.

Disamping itu, untuk perkembangan pemakaian barcode aplikasi PeduliLindungi di objek wisata Klaten pihaknya masih menunggu hal itu bisa terealisasi.

Baca juga: 8 Hektare Area Rawa Jombor Klaten Bakal Dimanfaatkan untuk Pemancingan, Warung Apung dan Keramba

Pasalnya, hingga saat ini dari 5 objek wisata yang diusulkan memiliki barcode PeduliLindungi, belum ada satupun barcode yang keluar dari pemerintah pusat.

"Ini kan bukan Klaten saja, tapi daerah lain juga begitu masih menunggu barcode itu, saat ini wisatawan masuk secara manual dulu melihatkan bukti vaksin," jelasnya.

Sementara itu, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito mengatakan jika terdapat 5 hal yang diwaspadai munculnya klaster Covid-19 di Klaten yakni, mulai dari sektor pariwisata, resepsi pernikahan, pembelajaran tatap muka (PTM), pertemuan atau rapat kelompok hingga usaha kuliner.

"Objek wisata ini sangat rawan sekali jika tidak diawasi secara terus menerus, untuk itu kita harus awasi dan minta Satgas Covid di tempat wisata itu tetap disiplin," ucapnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved