Kapan Waktu Terbaik Mengunjungi Malioboro? Ini Rekomendasinya untuk Anda
Berikut ini beberapa pertimbangan yang bisa Anda ambil untuk menentukan waktu kunjungan ke Kawasan Wisata Malioboro.
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Malioboro menjadi salah satu kawasan wisata yang paling terkenal di kalangan para wisatawan luar daerah. Nama jalan yang berada di pusat Kota Yogyakarta ini memang menawarkan suasana yang istimewa, untuk menyelami betapa eksotiknya Jogja.
Biasanya, sebagian besar wisatawan akan datang ke Malioboro pada saat akhir pekan. Tentu karena ini harus disesuaikan dengan jadwal kesibukan masing-masing.
Imbasnya, momen akhir pekan adalah peak season bagi kunjungan Malioboro. Selain itu, Malioboro juga banyak dikunjungi pada momen-momen hari libur.
Momen peak season ini pun secara langsung mempengaruhi volume kendaraan, baik itu di jalan maupun di area parkir.
Nah, jika Anda tak begitu suka dengan keramaian, maka sebaiknya pilih hari lain untuk mengunjungi Malioboro.
Tapi konsekuensinya Anda harus mengorbankan waktu kerja atau kepentingan lainnya yang biasa dilakukan pada hari-hari biasa.
Jadi ambillah waktu cuti, kemudian Anda bisa berlibur ke Malioboro dalam suasana yang relatif lebih sepi dibandingkan pada saat akhir pekan atau hari libur lainnya.
Berikut ini beberapa pertimbangan yang bisa Anda ambil untuk menentukan waktu kunjungan ke Malioboro.
Baca juga: 32 Hotel, Penginapan, Guest House, Losmen yang Paling Dekat dengan Malioboro
1. Pagi hari
Jika Anda mengunjungi kawasan wisata Malioboro pada pagi hari, maka Anda memiliki waktu yang sangat banyak untuk menjelajah setiap sudut Malioboro.
Ini biasanya dilakukan wisatawan yang memiliki agenda kunjungan ke obyek wisata lainnya pada siang, sore atau malam harinya.
Keuntungannya, jika Anda tak suka berpanas-panasan, maka inilah waktu yang tepat.
Selain itu, pagi hari adalah momen ketika para pedagang mulai membuka lapak-lapak dagangannya.
Semisal di Pasar Beringharjo, aktivitas sudah mulai bergeliat sejak pagi hari.
Anda bisa mencicipi berbagai macam makanan tradisional yang baru saja dibuat.
Namun, Anda masih harus menunggu sampai pukul 10.00 WIB jika ingin mengunjungi pusat perbelanjaan di Malioboro.
Baca juga: 10 Kuliner Malioboro Pagi hingga Malam Hari, Wajib Dicoba Sebelum Keliling Jogja
2. Siang hari
Pada momen siang hari, aktivitas warga sudah berjalan.
Anda bisa menjelajani semua sudut Malioboro tanpa takut toko atau lapak masih tutup.
Namun, Anda harus siap berpanas-panasan jika berlibur di siang hari.
Ini sebenarnya bisa dengan mudah Anda hindari dengan berjalan hanya di trotoar bagian dalam, di antara lapak para pedagang.
Baca juga: Beda Banget! Ini 10 Foto Jadul Suasana Jalan Malioboro Lewat Bidikan Fotografer Belanda
3. Sore hari
Keuntungan mengunjungi Malioboro pada sore hari yakni udara yang tidak terlalu panas.
Anda juga bisa mengambil foto-foto istimewa dengan memanfaatkan golden momen, matahari terbenam.
Mulai sore hari, Anda bisa dengan nyaman menikmati suasana Malioboro sambil duduk-duduk di kursi-kursi ruang terbuka yang tersedia.
Anda juga bisa menikmati sajian para seniman jalanan yang mangkal di kawasan Malioboro.
Namun, Anda sebaiknya tak memiliki rencana mengunjungi kawasan wisata lainnya jika datang ke Malioboro pada sore hari.
Lantaran Anda membutuhkan waktu hingga malam hari untuk bisa menjelajahi semua sudut di Malioboro.
4. Malam hari
Ini adalah waktu terbaik jika ingin mengunjungi kawasan Wisata Malioboro.
Suasana eksotis kental terasa begitu lampu-lampu kota dinyalakan.
Lapak-lapak para pedagang lesehan mulai buka.
Para seniman jalanan pun semakin banyak.
Nah, jika Anda hanya memiliki waktu satu hari untuk liburan, maka sebaiknya kunjungi obyek wisata lainnya terlebih dahulu, kemudian tutup masa liburan Anda dengan mengunjungi kawasan Malioboro pada sore atau malam hari.
Demikian, beberapa hal yang bisa Anda jadikan pertimbangan ketika hendak memutuskan kapan waktu terbaik mengunjungi kawasan wisata Malioboro.
Di masa PPKM Level 2 ini, Anda harus melaksanakan disiplin protokol kesehatan ketat serta mempersiapkan kartu vaksin sebagai persyaratan masuk ke kawasan wisata ini.
Anda juga harus mengunduh aplikasi Peduli Lindungi atau Visiting Jogja untuk memvalidasi status vaksinasi Anda.
Adapun mulai Oktober ini, Pemkot Yogyakarta mulai memberlakukan skrining acak dengan swab antigen bagi wisatawan pengunjung Malioboro di akhir pekan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi sejak dini jika ada wisatawan yang positif covid-19. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/salah-satu-lapak-penjual-pakaian-di-malioboro-yang-sudah.jpg)