Breaking News:

Epidemiolog UGM: Tes PCR atau Antigen jadi Syarat Perjalanan Kurang Efektif Cegah Penularan Covid-19

Epidemiolog UGM: Tes PCR atau Antigen jadi Syarat Perjalanan Kurang Efektif Cegah Penularan Covid-19

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa/Hi-Lab Diagnostic Center
Ilustrasi swab PCR 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemberlakuan syarat wajib tes Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi penumpang pesawat dinilai kurang efektif untuk pencegahan penularan Covid-19.

Menurut Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Satria Wiratama, penggunaan tes antigen maupun PCR sebagai syarat perjalanan dengan moda transportasi apapun kurang efektif.

Sebab, itu hanya digunakan pemeriksaan satu kali tanpa indikasi apapun, misalnya indikasi kontak erat.

“Jadi, bagi saya itu langkah sia-sia dan selama ini satuan tugas (satgas) tidak pernah juga melakukan evaluasi atau studi untuk membuktikan bahwa penggunaan antigen/PCR itu efektif mencegah penularan lintas daerah," terangnya, Selasa (26/10/2021).

Dia mengatakan, kebijakan penggunaan tes PCR atau antigen juga tidak ditemui di negara lain.

Hasil PCR dan juga antigen negatif tidak menjamin seseorang tidak sedang terinfeksi.

Terlebih pemeriksaan hanya dilakukan sekali tanpa indikasi dinilai lemah efektifitasnya.

“Karenanya yang lebih penting adalah vaksin dan memakai masker serta sirkulasi udara yang baik," ungkapnya.

Maka, Bayu merekomendasikan pemerintah bisa mempertimbangkan kembali aturan tersebut.

Jika perlu lakukan pencabutan atas aturan menggunakan PCR/antigen tersebut dan melakukan evaluasi tersebut efektif atau tidak.

Baca juga: Upaya Yogyakarta Mereduksi Gelombang Ketiga, Diusulkan Tak Ada Libur Tahun Baru

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved