Breaking News:

BREAKING NEWS: Tarif PCR Diturunkan, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Terancam Hapus Layanan PCR

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar tarif pemeriksaan sampel dengan metode Polymerase Chain Reaction

https://asset.kompas.com/crops/a4nRhAABgd0pyGDe5TDDwPIN0c8=/43x9:1000x647/750x500/data/photo/2020/05/12/5eba4ead5ed96.jpg
Ilustrasi tes corona dengan menggunakan metode swab 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar tarif pemeriksaan sampel dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) diturunkan dari Rp 495 ribu menjadi Rp 300 ribu.

Jokowi juga memerintahkan agar masa berlaku hasil tes PCR ditingkatkan menjadi 3x24 jam dari sebelumnya yang hanya berlaku selama 24 jam.

Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Mohammad Komarudin menuturkan, saat ini pihaknya masih menunggu keputusan resmi berupa Surat Edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan terkait penyesuaian tarif PCR.

Baca juga: Alat Berat Mulai Bekerja di Rawa Jombor, Bupati Klaten Sri Mulyani Sampaikan Hal Ini

Sehingga saat ini harga layanan tes PCR yang diberlakukan masih sebesar Rp 495 ribu.

Menurutnya, instruksi Jokowi tersebut cukup memberatkan pihak rumah sakit.

Saat ini Komar tengah melakukan pembahasan terkait imbas penurunan harga tersebut.

Tak menutup kemungkinan bahwa RS PKU Muhammadiyah bakal menghapus layanan PCR jika kebijakan itu benar-benar diberlakukan.

"Tapi rasanya dengan harga Rp 300 ribu itu bagi RS terlalu berat. Jadi kami lakukan evaluasi. Dirasa berat bagi RS sehingga tidak menutup kemungkinan untuk menutup layanan PCR," terang Komar, Selasa (26/10/2021).

Saat ini RS PKU Muhammadiyah mampu memeriksa sekitar 180 sampel dalam sehari. Sedangkan hasil pemeriksaan dapat diketahui dalam waktu 5 jam saja.

Adapun pengguna layanan adalah mereka yang membutuhkan hasil tes untuk syarat perjalanan maupun pemeriksaan mandiri untuk mendeteksi infeksi virus Corona.

Baca juga: Diduga Rudapaksa ABG di Sleman, Pria Penyuka Sesama Jenis Ditangkap Polisi 

Sementara itu, Humas RS Panti Rapih, Maria Vita Puji mengungkapkan, saat ini pihak RS masih melakukan pembahasan terkait penurunan harga PCR.

Selama ini, RS Panti Rapih dikatakan selalu mengikuti arahan dari pemerintah pusat terkait harga layanan tes PCR maupun rapid test antigen.

"Hal tersebut tengah dalam pemikiran manajemen. Selama ini terkait perubahan baik PCR atau antigen, RS Panti Rapih selalu mengikuti arahan," paparnya.

Disinggung apakah kebijakan penyesuaian tarif memberatkan, Maria belum bisa berkomentar banyak. 

Namun, pihaknya memastikan bahwa RS Panti Rapih terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sembari menunggu keputusan resmi dari pemerintah. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved