Breaking News:

Berita Otomotif Terkini

Yamaha Gelar Coaching Clinic, Ajak Komunitas di Jawa Tengah dan Jogja Belajar Riding Motor Trail

Tim Yamaha Riding Academy (YRA) nasional giat memberikan edukasi berkendara WR 155 R termasuk di wilayah Jawa Tengah dan Jogja.

istimewa
Tim Yamaha Riding Academy (YRA) nasional giat memberikan edukasi berkendara WR 155 R termasuk di sirkuit Tengaran, Kabupaten Semarang, akhir pekan lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Motor trail masih menjadi salah satu pilihan bagi para pecinta sepeda roda dua, lantaran performa mesin dan kemampuan jelajahnya.

Menawarkan sejumlah keunggulan berkendara, bikers tentu saja juga harus memahami teknik mengendarainya dengan baik dan benar.

Sebab itu, tim Yamaha Riding Academy (YRA) nasional giat memberikan edukasi berkendara WR 155 R termasuk di wilayah Jawa Tengah dan Jogja.

Baca juga: Touring Istimewa Yamaha 2021, Sambangi Tempat Wisata Viral di Bantul dan Gunungkidul

"Sebagai pabrikan kami tetap punya tanggung jawab untuk memberikan pelatihan atau coaching clinic teknik riding WR 155 R yang tepat. Karenanya kami mengajak teman-teman komunitas serta tim YRA Jawa Tengah dan Jogja untuk mengikuti training ini," papar Johannes BMS, Chief Yamaha DDS 3 (Jawa Tengah – DIY).

Pada coaching clinic teknik mengendarai WR 155 R di sirkuit Tengaran, Kabupaten Semarang, akhir pekan lalu, beberapa materi pelatihan yang diberikan meliputi riding posture (posisi berkendara yang benar), breaking and shifting (pengereman dan penggantian gigi saat offroad), slalom (cara mengendalikan motor offroad dengan rintangan), serta up hill dan down hill (cara yang benar saat melewati tanjakan dan turunan).

Materi pada riding posture misalnya, tim YRA nasional memberikan contoh saat menghadapi kondisi jalan berbelok atau tikungan.

Baca juga: Tiara S 120, Ayago Langka dari Yamaha yang Jadi Primadona

Ada perbedaan posisi badan saat menikung di jalan on road dan di jalan off road.

Hal yang berbeda juga ditunjukkan pada saat naik di tanjakan atau kondisi jalan turun jalur offroad.

Apabila kondisi trek menanjak, maka posisi badan condong ke depan.

Sedangkan pada saat melalui jalan turunan, maka posisi badan condong ke belakang.

"Harapannya, agar mereka (anggota komunitas) dapat menyebarluaskan pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh pada saat training ini," pungkas Johannes. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved