Breaking News:

Sempat Terpuruk Dihantam Pandemi Covid-19, Penjualan Batik Tulis di Klaten Mulai Kembali Menggeliat

Meski begitu, jika dibandingkan dengan pendapatan sebelum pandemi Covid-19, pendapatan kali ini masih terbilang sedikit.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Almurfi Syofyan
Suratmi saat memamerkan batik kain motif cendrawasih buatannya saat TribunJogja.com temui di Pendopo Mojoarum Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (25/10/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Usaha batik tulis di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mulai dibanjiri pesanan kembali pascaterpuruk dihantam pandemi Covid-19.

Meski begitu, jika dibandingkan dengan pendapatan sebelum pandemi, pendapatan kali ini masih terbilang sedikit.

Seorang Pengrajin batik tulis desa itu, Suratmi menyebut peningkatan penjualan mulai dirasakan sejak Agustus hingga akhir Oktober 2021 ini.

"Sudah dua bulan ini mulai ramai orderan lagi, itu masih dari langganan saja tapi tetap disyukuri," ujarnya saat TribunJogja.com temui di desa itu, Senin (25/10/2021).

Baca juga: 65 Perajin Batik di Geopark Gunung Sewu Ikuti Diklat Pewarna Alami di Desa Jarum Klaten

Baca juga: Bikin Batik Kayu Peralatan Rumah Tangga, Warga Klaten Ini Sukses Raup Omzet Fantastis

Menurut Suratmi, selama dua bulan terakhir pihaknya bisa menjual kain batik sebanyak 20 potong.

Jumlah itu merupakan yang terbanyak selama pandemi Covid-19.

Ia bercerita jika sebelum pandemi Covid-19, kain batik miliknya bisa terjual hingga 50 potong per bulannya.

Namun, setelah pandemi melanda, jumlah penjualan turun drastis hingga 75 persen.

Bahkan, ia yang biasanya berjualan secara offline mulai merambah ke ranah online, namun tetap saja tidak ada orderan waktu itu.

"Dulu saat awal-awal pandemi cuma laku satu per hari itu sudah bagus, kadang malah bisa tidak ada," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved