Breaking News:

Pemkot Magelang Awasi Pelaksanaan Pembukaan Destinasi Wisata yang Kini Kembali Beroperasi

Dua destinasi wisata di Kota Magelang yang sudah kembali beroperasi yakni wisata Taman Kyai Langgeng dan Gunung Tidar.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita
Pengunjung sedang melakukan scan barcode PeduliLindungi, di Taman Kayai Langgeng pada Senin (25/10/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) bakal mengawasi pelaksanaan pembukaan wisata di wilayah setempat.

Seperti diketahui, dua destinasi wisata di Kota Magelang yang sudah kembali beroperasi yakni wisata Taman Kyai Langgeng dan Gunung Tidar.

Kepala Disporapar Kota Magelang, Wulandari Wahyuningsih, mengatakan pihaknya sangat tegas kepada pengelola untuk menerapkan aturan protokol kesehatan.

"Kami sangat ketat untuk aturan, tidak boleh dilanggar. Pengunjung maupun pengelola harus taat. Bahkan, kami berkoordinasi dengan Satpol PP dan Satgas Covid-19 untuk berkeliling (di destinasi wisata) untuk mengingatkan prokes kepada pengunjung," ujarnya kepada Tribunjogja.com, pada Senin (25/10/2021).

Sementara itu, penggunaan aplikasi pedulilindungi di destinasi wisata, lanjut, tidak menemui kendala baik bagi pengunjung maupun pengelola.

Karena, penggunaan aplikasi online sudah diterapkan untuk pembelian tiket sebelum penggunaan aplikasi pedulilindungi.

"Tidak ada masalah ya untuk aplikasi pedulilindungi. Soalnya, sudah terbiasa menggunakan aplikasi online jadi pengunjumg maupun pengelola tidak kaget, tinggal pembiasaan saja," ujarnya.

Adapun kunjungan pada destinasi wisata unggulan di Kota Magelang itu, tetap dilakukan pembatasan.

Kuota kunjungan hanya diperbolehkan sebanyak 25 persen dari kuota maksimal.

"Masih dibatasi jumlah pengunjungnya hanya 25 persen tidak boleh lebih. Jadi, petugas harus mendata berapa pengujung yang  masuk dan ke luar.  Bagi kami prokes dan kesehatan paling utama sedangkan ekonomi mengikuti. Karena, untuk mencapai level 2 sangat sulit, sehingga kami tidak ingin ada klaster dari tempat wisata," ungkapnya.

Sementara itu, untuk kunjungan wisata bagi anak berusia  di bawah 12 tahun diperbolehkan

Namun anak- anak tersebut, jika hendak berwisata harus didampingi orangtua.

"Sudah kami perbolehkan anak berusia di bawah 12 tahun untuk berwisata tetap harus didampingi orangtuanya. Tidak boleh lengah,"terangnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved