Breaking News:

Bumi Terperangkap di Dalam Terowongan Magnet Raksasa?

Para astronom tidak tahu mengapa, tetapi menduga Bumi, tata surya lain, dan bintang terdekat terperangkap di dalam terowongan magnet raksasa.

Penulis: Sigit Widya | Editor: Sigit Widya
Live Science
Bumi mungkin terperangkap di dalam magnet raksasa. 

TRIBUNJOGJA.COM - Bumi bersama tata surya lain dan beberapa bintang terdekat mungkin terperangkap di dalam terowongan magnet raksasa.

Para astronom tidak tahu mengapa, tetapi menduga Bumi, tata surya lain, dan bintang terdekat terperangkap di dalam terowongan magnet raksasa.

Menurut mereka, sebuah tabung sulur magnet besar sepanjang 1.000 tahun cahaya dan tidak terlihat dengan mata telanjang bisa mengelilingi tata surya.

Jennifer West, astronom di Dunlap Institute for Astronomy and Astrophysics di University of Toronto, menyelidiki tentang North Polar Spur dan Fan Region.

Hasilnya, terungkap bahwa dua dari struktur gas pemancar radio paling terang di lingkungan Bumi terhubung meskipun berada di sisi langit berbeda.

"Di langit, kita akan melihat struktur seperti terowongan di hampir setiap arah, apalagi jika punya mata yang bisa melihat cahaya radio," terang West.

Sulur melengkung terbuat dari partikel bermuatan dan medan magnet mirip tali panjang dan tipis, menonjol keluar dari North Polar Spur dan Fan Region.

Penggambaran Bumi terperangkap di dalam terowongan magnet raksasa.
Penggambaran Bumi terperangkap di dalam terowongan magnet raksasa. (Live Science)

Baca juga: Peneliti Terima Sinyal Misterius dari Pusat Galaksi Bimasakti

Tidak hanya tali kosmik aneh yang dapat menghubungkan dua wilayah, tetapi juga bisa membentuk sesuatu yang mirip dengan terowongan melengkung.

Seperti dikutip Tribunjogja.com dari Live Science, Senin (25/10/2021), tata surya kita dan secuil Bima Sakti ada di dalam terowongan magnet raksasa.

North Polar Spur, seperti awan kuning besar membentang di atas bidang galaksi, adalah puncak gas raksasa yang memancarkan sinar-X dan gelombang radio.

Sebaliknya, menurut penjelasan para astronom, Fan Region masih kurang dipahami, tetapi mampu menghasilkan banyak gelombang radio terpolarisasi.

Kendati wilayah luar angkasa yang tidak biasa tersebut telah ditemukan pada 1960-an, pemahaman ilmiah yang sejauh ini ada tetap belum ada kepastian.

Memasukkan data dari pengamatan gelombang radio ke model komputer, West dan rekan-rekan pun memetakan kemungkinan panjang dan posisi tali raksasa.

Model itu memperkirakan, panjang tali tersebut kira-kira 1.000 tahun cahaya dengan struktur kemungkinan berjarak 350 tahun cahaya dari tata surya.

Gambar menurut hasil pengamatan para astronom.
Gambar menurut hasil pengamatan para astronom. (Live Science)

Baca juga: Dari Kawasan Pedalaman, Teleskop Ini Berhasil Memetakan Jutaan Galaksi di Alam Semesta

Untuk langkah selanjutnya, para astronom berencana mengonfirmasi temuan dengan mengambil pengamatan rinci dari daerah yang telah disimulasikan.

West berharap, dengan memperdalam model, para astronom dapat meningkatkan kemampuan untuk memahami filamen magnet lain yang terlihat di galaksi kita.

"Medan magnet tidak ada dalam isolasi. Mereka harus terhubung. Jadi, kami harus lebih memahami bagaimana medan magnet lokal terhubung," kata West.

Para peneliti menerbitkan temuan tersebut pada 29 September 2021 lalu di peladen pracetak arXiv, yang berarti belum ditinjau ulang oleh rekan-rekan sejawat.

Berhasilkah para astronom memastikan apakah Bumi bersama tata surya lain dan bintang terdekat terperangkap di dalam terowongan magnet raksasa? (Tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved