Breaking News:

Update Berita Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi Hari Ini 23 Oktober 2021: Terjadi Gempa Guguran Sebanyak 46 Kali Pagi Ini

Aktivitas Gunung Merapi pagi ini terjadi gempa guguran sebanyak 46 kali pada periode pengamatan Sabtu (23/10/2021) pukul 00:00-06:00 WIB.

dok BPPTKG
Visual Gunung Merapi 23 Oktober 2021 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Aktivitas Gunung Merapi pagi ini terjadi gempa guguran sebanyak 46 kali pada periode pengamatan Sabtu (23/10/2021) pukul 00:00-06:00 WIB.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan, secara meteorologi, cuaca berawan dan mendung.

Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 13-22 °C, kelembaban udara 64-99 %, dan tekanan udara 629-717 mmHg.

Baca juga: 10 Kuliner Malioboro Pagi hingga Malam Hari, Wajib Dicoba Sebelum Keliling Jogja

"Gunung jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati," ucapnya.

Gempa guguran terjadi sebanyak 46 kali dengan amplitudo 4-23 mm berdurasi 27.4-143.2 detik.

Gempa hembusan terjadi sebanyak 5 kali dengan amplitudo 3-4 mm berdurasi 14-26.6 detik.

Gempa tektonik lokal terjadi sebanyak 4 kali dengan amplitudo 6-8 mm, S-P 6.36-7.92 detik, durasi 31.2-46.5 detik.

“Tingkat aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berada di level III atau siaga,” ungkapnya.

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca BMKG DI Yogyakarta Hari Ini Sabtu 23 Oktober 2021, Potensi Hujan di Wilayah Ini

BPPTKG memeberikan beberapa rekomendasi yakni potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Kemudian masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," ungkapnya. (Kur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved