6 Adab Dalam Islam saat Belajar Agar Ilmu Mudah Diingat, Tak Cepat Lupa dan Berkah
Seorang penuntut ilmu harus menghiasi dirinya dengan adab dan akhlak mulia. Berikut beberapa adab dalam belajar agar berkah ilmu bisa didapatkan.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Islam dibangun atas dasar ilmu.
Menuntut ilmu dalam Islam tidak hanya untuk menambah pengetahuan melainkan juga bentuk ibadah.
Allah SWT bahkan meninggikan derajat para penuntut ilmu yang disebutkan dalam Q.S Al Mujadilah ayat 11 yang artinya "...niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..." (QS. Al-Mujadilah: 11)
Menuntut ilmu merupakan kewajiban tiap muslim.
Hal itu termuat dalam Hadits Riwayat Ibnu Majah yang berbunyi, ”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224).
Seorang penuntut ilmu harus menghiasi dirinya dengan adab dan akhlak mulia.
Berikut beberapa adab dalam menuntut ilmu agar berkah ilmu bisa didapatkan:
1. Mengawali dengan Niat
Niat adalah bagian terpenting dalam setiap amalan.
Kita harus memastikan dalam melakukan sesuatu harus diniatkan karena Allah.
"Sebuah perbuatan dinilai berdasarkan motivasinya, dan tiap orang mendapatkan apa yang diniatkan. Mereka yang hijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka Allah SWT dan Rasul-Nya akan membalas orang tersebut, namun mereka yang hijrah karena hal yang bersifat duniawi atau wanita yang akan dinikahi maka dia akan mendapatkan hal tersebut." (HR Bukhari dan Muslim).
2. Berdoa Sebelum dan Sesudah Belajar
Umat Islam dianjurkan untuk berdoa sebelum dan sesudah belajar agar kamu diberikan kemudahan dalam memahami ilmu dan keberkahan di dalamnya.
Bacaan doa sebelum belajar yang sering dipanjatkan yaitu:
رَضِتُ بِااللهِ رَبَا وَبِالْاِسْلاَمِ دِيْنَا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيَا وَرَسُوْلاَ رَبِّ زِدْ نِيْ عِلْمًـاوَرْزُقْنِـيْ فَهْمًـا
Rodhitu billahi-robba, wabil islaamidina, wabi-muhammadin nabiyyaw warosula. Robbi zidnii 'ilmaa warzuqnii fahmaa
Artinya: "Aku ridho Allah SWT sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul.
Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu dan berikanlah aku pengertian yang baik"
Adapun doa setelah belajarnya yaitu:
اِللَّهُمَّ اَرِنَا الْحَقًّا حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَاَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
Allaumma arìnal haqqa haqqan warzuqnat tìbaa’ahu wa arìnal baathìla baathìlan warzuqnaj tìnaabahu.
Artinya:
“Ya allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran, sehingga kami dapat selalu mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami kejelekan sehingga kami dapat selalu menjauhinya.”
3. Selalu Bersungguh-sungguh
Saat belajar, hendaknya kita bersungguh-sungguh seolah-olah tidak pernah kenyang dengan ilmu yang didapatkan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam barsabda, “Dua orang yang rakus yang tidak pernah kenyang: yaitu (1) orang yang rakus terhdap ilmu dan tidak pernah kenyang dengannya dan (2) orang yang rakus terhadap dunia dan tidak pernah kenyang dengannya.” (HR. Al-Baihaqi)
4. Tawadhu
Semakin berisi, semakin merunduk.
Tanda mendapat keberkahan ilmu salah satunya adalah semakin dekat dengan Allah. Seorang yang berilmu pasti maenyadari bahwa Allah lah Sang Pemilik Ilmu.
Khalifah Umar Bin Khattab berkata terdapat tiga tahapan ketika seseorang menuntut ilmu.
"Ilmu itu ada tiga tahapan. Jika seseorang memasuki tahapan pertama, ia akan sombong. Jika ia memasuki tahapan kedua ia akan tawadhu’. Dan jika ia memasuki tahapan ketiga, ia akan merasa dirinya tidak ada apa-apanya”.
5. Diam Menyimak
Salah satu adab dalam menuntut ilmu yaitu diam menyimak.
Hindari bicara hal yang tidak penting bahkan tidak berhubungan dengan pelajaran yang disampaikan.
Sebagaimana telah Allah firmankan dalam Al A’raf ayat 204,
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya: “Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.”
6. Amalkan!
Ilmu tanpa amal adalah sia-sia.
Ilmu itu menjadi berkah untuk kita jika kita bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan seorang alim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia, kemudian ia melupakan dirinya (tidak mengamalkan ilmunya) adalah seperti lampu (lilin) yang menerangi manusia, namun membakar dirinya sendiri.” (HR Ath-Thabrani)
Jangan ragu untuk berbagi ilmu dan menebar kebermanfaatan dengan ilmu yang telah dipelajari. Barangkali bisa jadi aliran pahala yang tak putus.
(MG Endry Nur Latiefah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ptm-di-sd-blunyahan-bantul.jpg)