Berita Sleman Hari Ini

Cegah Klaster Pilur, Jumlah Peserta Kampanye di Sleman Dibatasi

Masa kampanye Pilur di Sleman ditentukan selama tiga hari, dimulai sejak 25 hingga 27 Oktober 2021.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelaksananaan Pemilihan Lurah (Pilur) di Kabupaten Sleman tinggal menghitung hari.

Pesta demokrasi tingkat Kalurahan itu rencananya digelar serentak di 33 Kalurahan.

Segala antisipasi pun dilakukan, guna mencegah terjadinya klaster penularan Covid-19, di antaranya membatasi jumlah peserta saat calon berkampanye. 

"Sudah kami sampaikan ke panitia (di Kalurahan) untuk kampanye dialogis, sesuai instruksi Kemendagri, maksimal diikuti 50 peserta," kata Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Kabupaten Sleman, Budiharjo, Jumat (22/10/2021). 

Baca juga: Pemkab Sleman Siapkan Gelombang Kedua Pilur di Selomartani dan Sumberarum

Saat ini, tahapan Pilur di Bumi Sembada telah memasuki pengundian nomor urut.

Selanjutnya, 25 - 27 Oktober adalah masa kampanye selama tiga hari.

Kemudian hari tenang, dan dilanjutkan pemungutan suara serentak di tanggal 31 Oktober.

Selain melakukan pembatasan peserta kampanye, tahapan Pilur juga diawasi oleh satuan tugas (satgas) penangan Covid-19 di masing-masing Kalurahan dan Kapanewon.

Jika ada calon lurah yang melanggar prokes, maka akan ditangani sesuai kategori pelanggaran maupun ketentuan yang berlaku. 

Meskipun kini kasus penularan sudah semakin melandai, Budiharjo mengatakan, pada hari H pemungutan suara sudah dilakukan pelbagai antisipasi.

Di antaranya, Petugas di TPS nantinya menggunakan sarung tangan sekali pakai.

Masyarakat yang datang untuk memberikan hak suara juga disediakan tempat tunggu berjarak.

Baca juga: Terganjal Putusan MK, 7 Calon Lurah di Sleman Gagal Ikut Pilur 

Kemudian, jam undangan bagi masyarakat dibuat berjenjang agar menghindari kerumunan. 

"Protokol Kesehatan, 3M dan 3 T tetap kami laksanakan," kata dia. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Sleman, Novita Krisnaeni mengatakan, dengan adanya Pemilihan Lurah tahun ini pihaknya juga sudah melakukan upaya antisipasi.

Di mana seribuan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kalurahan yang menggelar Pilur, saat ini dipastikan sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19

"Artinya kita sudah menyiapkan dari jauh-jauh hari. Dan, untuk pelaksanaan nanti, kita tentu sama dengan pelaksanaan Pemilu sebelumnya, harus menjaga protokol kesehatan," kata dia.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved