Breaking News:

Headline

Bus Wisata Masuk Yogyakarta Wajib Singgah ke Terminal Giwangan

Pemerintah memutuskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di DIY turun level dari 3 menjadi level 2.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Dok Tribunjogja.com
Suasana Terminal Giwangan Yogyakarta 

Agus meyakini, wisatawan yang tiba di Kota Yogyakarta dengan bus, bisa tertib menjalankan aturan satu pintu ini. Sehingga, pihaknya pun tak perlu ambil pusing mengenai cara agar bersedia transit di Terminal Giwangan.

"Itu kan saling mengikat. Wisatawan yang berkunjung ke Malioboro pasti cari tempat parkir di TKP. Mereka itu, kami pastikan, tidak akan mendapat tempat parkir, kalau tidak melewati Terminal Giwangan dulu, ya," katanya.

Walau begitu, Dinas Perhubungan tetap melakukan upaya antisipasi, dengan menggiatkan patroli selama akhir pekan mendatang. Sehingga, bus-bus yang sengaja menghindari skrining tidak parkir sembarangan di ruas jalan.

"Tapi, semoga tidak sampai segitunya lah, wisatawan kita ajak, ayo register dulu, kita jamin akan dapat parkir, ada kuota 127 itu, ya, di tiga TKP," pungkasnya.

Bus mulai bergerak

Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY pun bersyukur dengan turunnya level PPKM. Ketua Organda DIY V Hantoro, mengatakan penurunan level PPKM dari semula level 3 menjadi level 2 menumbuhkan keinginan masyarakat untuk berwisata.

Dia menjelaskan, total bus pariwisata di DIY mencapai 1.817 armada, dengan angkutan yang sudah bergerak saat ini sebesar 35 persen atau sekitar 635 armada. "Penurunan level membuat masyarakat ingin berwisata. Sekarang naik 10 persen. Dan sampai hari ini sekitar 35 persen bus sudah beroperasi," katanya.

Bus Wisata Masuk Kawasan Tebing Breksi, pada Sabtu (25/9/2021).
Bus Wisata Masuk Kawasan Tebing Breksi, pada Sabtu (25/9/2021). (IST)

Harapannya trend positif itu terus membaik seiring dengan kebijakan yang baru dari pemerintah terkait tata cara berwisata di tengah pandemi Covid-19. Mayoritas, lanjut Hantoro, bus pariwisata itu membawa penumpangnya ke destinasi wisata di wilayah Jawa Tengah.

"Soalnya Jateng itu sudah banyak yang buka. Jadi paling banyak ya ke sana," lanjut Hantoro.

Dia berharap pemerintah tidak mengeluarkan prosedur tambahan operasional angkutan bus. Sebab selama ini Hantoro mengklaim para pengusaha angkutan darat sudah mematuhi aturan yang berlaku.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved