Breaking News:

Feature

Alfian Kini Beraktivitas Pakai Tangan Robotik, Kisah Pemuda Asal Klaten yang Kehilangan Dua Tangan

Masih ingat Alfian Fahrul Nabila, siswa SMK di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang harus kehilangan dua tangan, setelah kecelakaan saat PKL.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
PEGANG GELAS - Alfian Fahrul Nabila saat menggunakan tangan robotik untuk memegang gelas plastik di rumahnya, Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, baru-baru ini. 

Masih ingat Alfian Fahrul Nabila (18), siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan sebuah SMK di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang harus kehilangan dua tangan setelah kecelakaan saat praktik kerja lapangan (PKL) pada 2020?

DUA tangan Alfian terkena sengatan listrik bertegangan tinggi ketika PKL. Dua tangannya pun harus diamputasi. Sejumlah pihak kemudian melakukan penggalangan dana untuk membantu Alfian.

Donasi terkumpul hingga Rp600 juta. Uang dari para donatur dipakai untuk memesan tangan robotik. Sejak April 2020, Alfian menerima tangan buatan tersebut untuk membantu beraktivitas harian.

Kini, pemuda asal Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, itu membiasakan diri beraktivitas menggunakan tangan robotik. Namun, aktivitas yang ia lakukan masih bersifat ringan.

“Saya bisa minum meski cuma pakai gelas plastik. Kalau memegang gelas kaca, saya belum berani. Takut jatuh,” beber Alfian kala ditemui Tribun Jogja, belum lama ini, di kediaman orangtuanya.

Alfian baru punya satu tangan robotik. Ia menggunakannya untuk tangan bagian kanan. Tangan robotik untuk kiri belum dipesan. Sebab, tangan kirinya masih luka basah. “Belum kering,” ucapnya.

Menurutnya, tangan robotik yang digunakan berharga Rp125 juta. Tangan tersebut buatan Universitas Diponegoro Semarang, bekerja sama dengan peneliti asal DIY dan Kota Solo, Jawa Tengah.

Tangan robotik yang sekarang dipakai, terang Alfian, bisa mengangkat beban hingga empat kilogram. Tapi, ia belum berani mencoba mengangkat beban seberat itu. “Takut kalau rusak,” ujarnya.

Sumber energi tangan robotik tersebut berasal dari baterai yang bisa diisi ulang daya. Ia pun berharap luka di tangan kiri segera mengering. Dengan begitu, ia bisa memesan satu lagi tangan robotik.

“Tangan robotik untuk kiri sudah ada pembicaraan dengan pihak dari Tangerang, Banten. Semoga luka basah di kiri segera sembuh sehingga saya bisa pesan lagi tangan robotik,” tambahnya.

Wagimin (55), ayah Alfian, merasa bersyukur mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Ia menyebut, kepedulian dari para donatur sangat bermanfaat. Alfian sekarang jadi bisa beraktivitas lagi.

“Sejauh ini, Alfian memang masih membutuhkan pendampingan ketika sedang beraktivitas. Namun, setidaknya, ia bisa mulai beraktivitas lagi menggunakan tangan,” tukasnya. (Almurfi Syofyan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved