Breaking News:

4 Keutamaan Mengerjakan Salat Sunah Rawatib, di Antaranya Meninggikan Derajat di Surga

Apabila dikerjakan sebelum salat wajib disebut salat sunah qobliyah, sedangkan jika dikerjakan sesudah salat wajib disebut salat sunah bakdiyah.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Joko Widiyarso
tribunnewsmaker
ilustrasi 

Tribunjogja.com - Salat sunah rawatib adalah salat sunah yang mengiringi salat lima waktu.

Apabila dikerjakan sebelum salat wajib disebut salat sunah qobliyah, sedangkan jika dikerjakan sesudah salat wajib disebut salat sunah bakdiyah.

Rasulullah tidak pernah meninggalkan salat sunah rawatib selain dalam perjalanan.

Kalaupun tertinggal karena lupa, sakit atau tertidur, Rasulullah mengqadanya. 

Rasulullah mengerjakan salat rawatib sehari semalam sebanyak sepuluh rakaat dan selalu beliau rutinkan, yaitu 2 rakaat sebelum Dzuhur, 2 rakaat setelah Zhuhur, 2 rakaat setelah Maghrib, 2 rakaat setelah Isya dan 2 rakaat sebelum Subuh.

Dikutip dari laman sumsel.kemenag.go.id, Penyuluh Agama Fungsional Kankemenag Kota Lubuklinggau Hasbi Mustofa mengatakan salat sunah rawatib sangat dianjurkan dan ditekankan untuk dilakukan, menurut pendapat beberapa ulama, orang yang terus menerus meninggalkannya maka ketakwaannya tidak bisa dipercaya dan ia pun berdosa.

"Alasannya, karena terus menerus meninggalkannya menunjukkan kadar ke-Islamannya yang sangat rendah dan ketidakpeduliannya terhadap saalat sunah rawatib," ujar Penyuluh Agama Fungsional Kankemenag Kota Lubuklinggau Hasbi Mustofa seperti dikutip dari laman sumsel.kemenag.go.id.

Adapun keistimewaan shalat sunnah rawatib adalah merupakan penambal kekurangan dan kesalahan seseorang ketika melaksanakan shalat fardlu.

Karena manusia tidak terlepas dari kesalahan, maka ia membutuhkan sesuatu yang dapat menutupi kesalahannya tersebut.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Saya menghafal sepuluh rakaat dari Rasulullah: Dua rakaat sebelum shalat zhuhur, dua rakaat setelah shalat zhuhur, dua rakaat setelah shalat maghrib di rumah beliau, dua rakaat setelah shalat isya’ di rumah beliau, dan dua rakaat sebelum subuh.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved