Breaking News:

Berita Kesehatan

PENELITIAN : Ini Kelompok Anak yang Paling Berisiko Terpapar Covid-19 dengan Gejala Parah

Sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Hospital Medicine pada September 2021 lalu mengungkap kelompok anak yang paling rentan terpapar covid-19

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Tribunjogja/Almurfi Syofyan
ILUSTRASI - Sejumlah siswa SMPN 2 Klaten saat menunggu jemputan seusai melaksanakan uji coba PTM terbatas di sekolah itu Senin (5/4/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM - Sekolah di berbagai daerah di Indonesia sudah mulai dibuka untuk memulai pembelajaran tatap muka (PTM). Ini dilakukan seiring dengan penurunan angka kasus covid-19 dalam beberapa waktu terakhir. Apalagi, pemerintah pun menurukan status PPKM di berbagai daerah hingga berada pada level II. Saat pembelajaran tatap muka dimulai, maka anak-anak akan menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih serius.

Sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Hospital Medicine pada September 2021 lalu mengungkap kelompok anak-anak yang paling rentan terpapar covid-19.

Dalam studi ini, para peneliti menganalisis data dari 45 rumah sakit anak-anak di Amerika Serikat antara April 2020 hingga September 2020 dari pasien anak yang didiagnosis dengan COVID-19. Penelitian ini melibatkan hampir 20.000 anak.

Dari mereka yang dirawat di rumah sakit, 3.222 menderita COVID-19 dengan tingkat keparahan sedang, 431 memnderita COVID-19 parah, dan 380 memiliki bentuk penyakit yang sangat parah. Dari anak-anak yang dirawat di rumah sakit dengan COVID, 21% mengembangkan penyakit parah dan membutuhkan perawatan ICU.

Para peneliti menemukan bahwa kondisi berikut meningkatkan risiko anak-anak terpapar covid-19 :

  • Kegemukan atau obesitas
  • Diabetes tipe 2
  • Asma
  • Penyakit jantung
  • Penyakit paru-paru
  • Penyakit neurologis

Di antara anak-anak yang dirawat di rumah sakit, peneliti menemukan bahwa anak-anak yang mengalami kasus yang lebih parah biasanya:

  • Didiagnosis dengan obesitas atau diabetes tipe 2.
  • Memiliki kondisi kardiovaskular, neuromuskular, atau paru-paru

Atas temuan itu, penulis utama studi James Antoon, MD, PhD, asisten profesor pediatri di Rumah Sakit Anak Monroe Carell Jr di Universitas Vanderbilt, menekankan pentingnya vaksinasi bagi anak di bawah umur 12 tahun.

Menurut studi yang dilakukan Pfizer, anak-anak bisa terhindar dari komplikasi serius Covid-19.

Namun beberapa anak mengembangkan kasus infeksi yang parah, terutama mereka yang komorbid.

Penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat rawat inap pada anak-anak berusia nol hingga empat tahun telah meningkat 10 kali lipat sejak pertama kali munculnya varian Delta di tahun 2021 dan tingkat rawat inap di antara remaja yang tidak divaksinasi diketahui 10 kali lebih tinggi daripada mereka yang divaksinasi lengkap.

Secara keseluruhan, pakar penyakit menular Amesh A. Adalja, MD, sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins, mengatakan kepada Verywell bahwa temuan tersebut menggarisbawahi pentingnya melindungi anak-anak dari COVID-19.

Terutama mengenai pemberian vaksin yang bisa menekan risiko terjadinya covid-19 jangka panjang atau long covid-19.

Selain itu, kegiatan pembelajaran yang dilakukan di sekolah harus digelar dengan protokol kesehatan yang ketat, penggunaan masker dan penyediaan fasilitas pendukung lainnya. Mereka menyarankan, bagi anak yang sedang mengalami gangguan kesehatan tertentu, sebaiknya tetap belajar di rumah.

(*/Very Well Health/Mon)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved